Categories


tentangbali.com page rank

tentangbali.com facebook


Object Wisata di Bali

* MONUMEN BAJRA SANDHI
* KERTHA GOSHA
* KAWASAN TOYA BUNGKAH
* KAWASAN NUSA PENIDA
* DESA SIDAN
* BRAHMAVIHARA-ARAMA
* TAMAN BUDAYA (BALI ART CENTRE)
* Alas Kedaton
* AIR PANAS BANYUWEDANG
* MUSEUM LUKISAN
* PANTAI SANUR
* DESA TIHINGAN
* MUSEUM GEDUNG ARCA
* KAWASAN PADANG GALAK
* PRASASTI BLANJONG
* BATUKAANG
* TAMAN NARMADA
* PANTAI LABUHAN SAIT
* MANDALA WISATA MENGWI
* PELAGA
* PANTAI MEDEWI
* PURA RAMBUT SIWI
* AIR PANAS BANYUWEDANG
* PURA PULAKI
* DANAU BUYAN DAN TAMBLINGAN
* PANTAI LOVINA
* TIRTA GANGGA
* PUTUNG
* BUKIT JAMBUL
* TAMAN UJUNG

* PADANG BAI
* PURI AGUNG KARANG ASEM
* PANTAI KUSAMBA
* KAMASAN
* KERTA GOSA
* GOA JEPANG
* MONUMEN PUPUTAN KLUNGKUNG
* PENGLIPURAN
* TOYABUNGKAH
* GUNUNG BATUR
* MUSEUM NEKA
* GUNUNG KAWI SEBATU
* TAMAN PUPUTAN BANGSA
* MUSEUM SUBAK
* Pura Ulun Danu Beratan
* PANTAI SOKA
* KAWASAN JATILUWIH
* PANTAI SULUBAN
* NUSA DUA
* PANTAI KUTA
* Pura Taman Ayun
* PURA ULUWATU
* MUSEUM BALI
* SANGEH
* Pura Tanah Lot

MONUMEN BAJRA SANDHI

Bajra Sandhi merupakan Monumen Perjuangan Rakyat Bali untuk memberi hormat pada para pahlawan serta merupakan lambang persemaian pelestarian jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman yang dapat memberi inovasi dan inspirasi dalam mengisi dan menjaga keajegan negara Kesatuan RI. Lokasi monumen ini terletak di depan Kantor Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali yang juga di depan Gedung DPRD Propinsi Bali Niti Mandala Renon persisnya di Lapangan Puputan Renon.

Keseluruhan data daerah monumen berbentuk segi empat bujur sangkar dengan penerapan konsepsi Tri Mandala :
1. Sebagai Utama Mandala adalah pelataran/gedung yang paling ditengah
2. Sebagai Madya Mandala adalah pelataran yang mengitari Utama Mandala
3. Sebagai Nista Mandala adalah pelataran yang paling luar yang mengitari Madya Mandala

Bangunan gedung monumen pada Utama Mandala tersusun menjadi 3 lantai :
Utamaning Utama Mandala adalah lantai 3 yang berposisi paling atas berfungsi sebagai ruang ketenangan, tempat hening-hening menikmati suasana kejauhan disekeliling monumen.

Madyaning Utama Mandala adalah lantai 2 berfungsi sebagai tempat diaroma yang berjumlah 33 unit. Lantai 2 (dua) ini sebagai tempat pajangan miniatur perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di bagian luar sekeliling ruangan ini terdapat serambi atau teras terbuka untuk menikmati suasana sekeliling.

Nistaning Utama Mandala adalah lantai dasar Gedung Monumen, yang terdapat ruang informasi, ruang keperpustakaan, ruang pameran, ruang pertemuan, ruang administrasi, gedung dan toilet. Ditengah-tengah ruangan terdapat telaga yang diberi nama sebagai Puser Tasik, delapan tiang agung dan juga tangga naik berbentuk tapak dara.

Kota : Denpasar

Back to top

KERTHA GOSHA

Sebagai bekas kerajaan, wajar jika Klungkung mempunyai banyak peninggalan yang saat ini menjadi objek wisata. Salah satunya adalah Taman Gili Kerta Gosa, peninggalan budaya kraton Semarapura Klungkung. Kerta Gosa adalah suatu bangunan (bale) yang merupakan bagian dari bangunan komplek kraton Semarapura dan telah dibangun sekitar tahun 1686 oleh peletak dasar kekuasaan dan pemegang tahta pertama kerajaan Klungkung yaitu Ida I Dewa Agung Jambe.

Kerta Gosa terdiri dari dua buah bangunan (bale) yaitu Bale akerta Gosa dan Bale Kambang. Disebut Bale Kambang karena bangunan ini dikelilingi kolam yaitu Taman Gili. Keunikan Kerta Gosa dengan Bale Kambang ini adalah pada permukan plafon atau langit-langit bale ini dihiasi dengan lukisan tradisional gaya Kamasan (sebuah desa di Klungkung) atau gaya wayang yang sangat populer di kalangan masyarakat Bali. Pada awalnya, lukisan yang menghiasi langit-langit bangunan itu terbuat dari kain dan parba. Baru sejak tahun 1930 diganti dan dibuat di atas eternit lalu direstorasi sesuai dengan gambar aslinya dan masih utuh hingga sekarang. Sebagai peninggalan budaya Kraton Semarapura, Kerta Gosa dan Bale Kambang difungsikan untuk tempat mengadili perkara dan tempat upacara keagamaan terutama yadnya yaitu potong gigi (mepandes) bagai putra-putri raja.

Fungsi dari kedua bangunan terkait erat dengan fungsi pendidikan lewat lukisan-lukisan wayang yang dipaparkan pada langit-langit bangunan. Sebab, lukisan-lukisan tersebut merupakan rangkaian dari suatu cerita yang mengambil tema pokok parwa yaitu Swargarokanaparwa dan Bima Swarga yang memberi petunjuk hukuman karma phala (akibat dari baik-buruknya perbuatan yang dilakukan manusia selama hidupnya) serta penitisan kembali ke dunia karena perbuatan dan dosa-dosanya. Karenanya tak salah jika dikatakan bahwa secara psikologis, tema-tema lukisan yang menghiasi langit-langit bangunan Kerta Gosa memuat nilai-nilai pendidikan mental dan spiritual. Lukisan dibagi menjadi enam deretan yang bertingkat.

Deretan paling bawah menggambarkan tema yang berasal dari ceritera Tantri. Dereta kedua dari bawah menggambarkan tema dari cerita Bimaswarga dalam Swargarakanaparwa. Deretan selanjutnya bertemakan cerita Bagawan Kasyapa. Deretan keempat mengambil tema Palalindon yaitu ciri atau arti dan makna terjadinya gempa bumi secara mitologis. Lanjutan cerita yang diambil dari tema Bimaswarga terlukiskan pada deretan kelima yang letaknya sudah hampir pada kerucut langit-langit bangunan. Di deretan terakhir atau keenam ditempati oleh gambaran tentang kehidupan nirwana. Selain di langit-langit bangunan Kerta Gosa, lukisan wayang juga menghiasi langit-langit bangunan di sebelah barat Kerta Gosa yaitu Bale Kambang. Pada langit-langit Bale Kambang ini lukisan wayang mengambil tema yang berasal dari cerita Kakawin Ramayana dan Sutasoma. Pengambilan tema yanga berasal dari kakawin ini memberi petunjuk bahwa fungsi bangunan Bale Kambang merupakan tempat diselenggarakannya upacara keagamaan Manusa Yadnya yaitu potong gigi putra-putri raja di Klungkung. Daya tarik dari Kerta Gosa selain lukisan tradisional gaya Kamasan di Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang, peninggalan penting lainnya yang masih berada di sekitarnya dan tak dapat dipisahkan dari segi nilai sejarahnya adalah pemedal agung (pintu gerbang/gapura). Pemedal Agung terletak di sebelah barat Kerta Gosa yang sangat memancarkan nilai peninggalan budaya kraton. Pada Pemedal Agung ini terkandung pula nilai seni arsitektur tradisional Bali. Gapura inilah yang pernah berfungsi sebagi penopang mekanisme kekuasaan pemegang tahta (Dewa Agung) di Klungkung selama lebih dari 200 tahun (1686-1908).

Pada peristiwa perang melawan ekspedisi militer Belanda yang dikenal sebagai peristiwa Puputan Klungkung pada tanggal 28 April 1908, pemegang tahta terakhir Dewa Agung Jambe dan pengikutnya gugur. (Rekaman peristiwa ini kini diabadikan dalam monumen Puputan Klungkung yang terletak di seberang Kerta Gosa). Setelah kekalahan tersebut bangunan inti Kraton Semarapura (jeroan) dihancurkan dan dijadikan tempat pemukiman penduduk. Puing tertinggi yang masih tersisa adalah Kerta Gosa, Bale Kambang dengan Taman Gili-nya dan Gapura Kraton yang ternyata menjadi objek yang sangat menarik baik dari sisi pariwisata maupun kebudayaan terutama kajian historisnya.

Kerta Gosa ternyata juga pernah difungsikan sebagai balai sidang pengadilan yaitu selama berlangsungnya birokrasi kolonial Belanda di Klungkung (1908-1942) dan sejak diangkatnya pejabat pribumi menjadi kepala daerah kerajaan di Klungkung (Ida I Dewa Agung Negara Klungkung) pada tahun 1929. Bahkan, bekas perlengkapan pengadilan berupa kursi dan meja kayu yang memakai ukiran dan cat prade masih ada. Benda-benda itu merupakan bukti-bukti peninggalan lembaga pengadilan adat tradisional seperti yang pernah berlaku di Klungkung dalam periode kolonial (1908-1942) dan periode pendudukan Jepang (1043-1945). Pada tahun 1930, pernah dilakukan restorasi terhadap lukisan wayang yang terdapat di Kerta Gosa dan Bale Kambang oleh para seniman lukis dari Kamasan. Restorasi lukisan terakhir dilakukan pada tahun 1960.

Kabupaten/Kota : Klungkung

Back to top

KAWASAN TOYA BUNGKAH

Toya bungkah termasuk wilayah Desa Batur, terletak di kaki Gunung Batur atau dipinggir Barat Danau Batur yang jaraknya kurang lebih 6 km dari Desa Kediaman, 38 km dari Kota Bangli dan 78 km dari Kota Denpasar. Toyobungkah merupakan Sumber Mata Air Panas Alam yang sehari-harinya dimanfaatkan untuk merendam badan karena dianggap dapat menyembuhkan penyakit khususnya penyakit kulit. Airnya ditampung pada suatu kolam kecil yang terletak di sebelah Danau Batur. Karena letak kolam air panas sangat berdekatan dengan Danau Batur, maka pandangan ke arah danau menjadi bebas sehingga dari kejauhan tampak pemandangan yang indah dimana disebelah timur laut Danau Batur kelihatan Desa Trunyan yang dikelilingi daerah perbukitan yang menghijau.

Disamping pemandangannya yang sangat indah, Toyobungkah hawanya sejuk, sehingga tidak mengherankan apabila seorang pujangga dan sastrawan terkenal yaitu Sutan Takdir Ali Syahbana memilih Toyobungkah sebagai tempat untuk mendirikan bangunan yang disebut Balai Seni Toyobungkah yaitu tempat yang dipergunakan untuk menggelar berbagai macam kesenian. Dalam perjalanan menuju Toyobungkah kita akan banyak menikmati panorama yang indah seperti panorama gunung dan Danau Batur, pohon cempedak atau nangka, dan tumbuh-tumbuhan lainnya serta tumpukan bekas-bekas lahar yang sudah menjadi karang yang kelihatan indah. Di sebelah timur jalan raya menuju Toyobungkah ada sebuah pura yang cukup besar yaitu Pura Jati. Toyobungkah memiliki daya tarik serta keindahan hingga banyak dikunjungi para wisatawan Mancanegara dan Nusantara yang bertujuan untuk mendaki Gunung Batur, kemah, mandi, berekreasi ataupun melihat dari dekat keindahannya. Di tempat ini terdapat dua kolam air panas yang berdekatan yaitu kolam air panas alam yang bisa dipergunakan untuk umum, khususnya masyarakat sekitar tempat ini, sedang kolam air panas yang satunya telah dibangun dengan tembok penyengker, tempat ini disediakan untuk para wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara.

Kabupaten/Kota : Bangli

Back to top

KAWASAN NUSA PENIDA

Di kawasan Nusa Penida ini terdapat beberapa obyek serta tempat rekreasi wisata tirta. Kawasan Rekreasi tirta tersebut sangat menarik untuk dinikmati oleh para wisatawan, yaitu kawasan bahari dengan tumbuhan karang yang amat indah dan bermacam-macam jenis ikan yang berwarna-warni.

Suana
Disamping pantai berpasir putih dan perbukitan yang indah, di Suana juga terdapat yang disebut Gao Giri Putri. Goa ini terletak di Dusun Karangsari Desa Suana kurang lebih 5 km di sebelah timur Desa Batununggul. Hanya pada waktu masuk kedalam goa saja yang sulit, tapi setelah merangkak 3 km kita sampai pada ruangan goa yang sangat luas. Di dalam goa banyak terdapat stalagnit dan stalaktit, juga terdapat mata air yang dikeramatkan. Goa ini tembus sampai ke barat dan disini terdapat mulut goa yang cukup lebar untuk menyaksikan pemandangan perbukitan.

Karang Bolong
Objek ini dapat disaksikan dari Nusa Penida Desa Sakti. Selain dapat menyaksikan pemandangan Karang Bolong yang sangat indah, juga dapat menikmati pantai Penida berpasir putih dan pemandangan alam di sekitarnya. Demikian pula di Nusa Penida dapat disaksikan pengelolaan sumber mata air yang berada dekat dengan pantai.

Pantai Lembongan dan Jungutbatu
Pantai ini juga berpasir putih, laut disekitarnya jernih dengan berbagai jenis ikan berwarna-warni. serta karang lautnya indah dan beraneka warna, sehingga jelas sekali nampak bagaikan dalam taman laut yang sangat indah. Berbagai atraksi yang sangat menarik juga dapat dilakukan dan dilakukan oleh para wisatawan, misalnya banana boat. Pada sore hari dapat disaksikan betapa indahnya pemandangan matahari terbenan. Dari Jungutbatu maupun Lembongan, para wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang indah di Nusa Ceningan, dengan jembatan diatas laut yang menghubungkan antara Lembongan dan Ceningan.

Kabupaten/Kota : Klungkung

Back to top

DESA SIDAN

Obyek Wisata Alam Sidan terletak di Desa Sidan Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar, tepatnya 4 Km, dari Kota Gianyar ke arah Kota Bangli dan 31 Km. Dari Kota Denpasar. Konon Desa Sidan ( Kerajaan Sidan ) berada di Dusun Pegesangan ( kurang lebih 1 km. di sebelah Selatan Desa Sidan sekarang ) dan karena sesuatu hal maka kerajaan tersebut dipindahkan ( kekisidan ) ke Utara, yang sampai saat ini dikenal dengan nama Desa Sidan. Secara alami Desa Sidan memang memiliki panorama yang sangat indah, karena berada di areal bebukitan yang lepas pandang. Disamping alamnya Desa Sidan juga memiliki beraneka ragam obyek wisata, baik yang berupa peninggalan purbakala maupun yang baru dibangun antara lain :

a. PURA DALEM SIDAN

Pura Dalem Sidan didirikan sekitar abad 17 oleh tetua dari Puri Sidan yaitu I Dewa Gede Pindi ( almarhum ), yang selanjutnya pada tahun 1948 direnovasi kembali oleh putranya yang bernama I Dewa Kompyang Pindi ( almarhum ). Pura Dalem Sidan tidak jauh berbeda dengan pura lainnya, tetapi pura ini mempunyai keunikan tersendiri, karena disamping kemegahannya, juga dihiasi dengan beraneka ragam relief dan ukiran yang khas dan sarat dengan filosofi Agama Hindu.

b. PURA BUKIT CAMPLUNG

Lebih kurang 100 Meter kearah Timur Laut dari Pura Dalem Sidan terdapat sebuah Pura yang bernama Pura Bukit Camplung, yang berdiri megah diatas tebing, dimana tebing –tebing tersebut penuh dengan tulisan – tulisan kuna, yang sampai saat ini belum diketahui asal muasal tulisan tersebut. Di tebing sebelah Utara terdapat selokan mata air kecil yang sangat dikeramatkan karena dipercaya masyarakat sekitarnya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Konon di pura ini juga para Dewata menganugrahkan Gambelan Angklung Sidan yang sudah sangat terkenal sampai ke Manca Negara. Pura Bukit Camplung juga disebut Pura Masceti, karena masyarakat Pengemongnya adalah 9 subak ( Organisasi Klasik Petani Bali ) di Desa Sidan.

c. STAGE BARONG SIDAN

Disebelah Barat Pura Dalem Sidan tepatnya di areal teras persawahan yang sangat indah, telah dibangun stage pertunjukan untuk menyajikan kesenian – kesenian yang berasal dari Kabupaten Gianyar. Saat ini Wisatawan yang ingin menyaksikan Barong khas Stage Sidan ( Pertunjukan Barong Taru Pramana ) dapat memesan langsung ke Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar.

Demikian sebagian kecil penjelasan mengenai Alam Sidan, bila kita masuk ke obyek Wisata Alam Desa Sidan maka akan kita saksikan Sidan secara keseluruhan dan diyakini dapat menikmati keindahan Alam yang masih alami.

Kabupaten/Kota : Gianyar

Back to top

BRAHMAVIHARA-ARAMA

Brahmavihara-Arama, yang lebih dikenal dengan nama Wihara Buddha Banjar, merupakan Vihara Buddha terbesar di Bali. Letaknya di daerah perbukitan di Desa Banjar Tegeha Kecamatan Banjar, 22 km sebelah Barat Singaraja dan 11 km dari kawasan wisata Lovina . Dengan suasananya yang sepi dan tenang serta dapat memandang langsung ke pantai Lovina sebagai kawasan wisata di Buleleng, menyebabkan Vihara Buddha ini menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Secara garis besar Vihara ini terdiri atas 5 kompleks penting, yaitu:

a. Uposatha Gara
Terletak di puncak sebelah Barat, sebuah ruangan yang nyaman dan tenang. Pada dinding-dindingnya terpahat panel kelahiran Sang Buddha, dan di tengah-tengah terdapat patung Sang Buddha dalam keadaan mencapai "Sama Sang Buddha" (Nirwana). Ruangan ini fungsinya untuk penasbihan para bhiku samanera (calon bhiku), tahap awal untuk mengikuti latihan tahap berikutnya.
b. Dharmasala
Semacam ruang kuliah terletak di sebelah timur. Di tempat ini para bhiku melakukan kebaktian, memberi khotbah-khotbah, dan juga tempat ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan segala aktivitas spiritual.
c. Stupa
Sebuah bangunan yang bentuknya menyerupai lonceng raksasa yang terletak di sudut Barat Laut, yang seluruh sisi-sisinya terbuat dari beton dengan relief yang sangat mengagumkan.
d. Pohon Bodi
Di sudut barat daya bangunan terdapat pohon besar yang disebut pohon bodi, yang di sekitar pohon tersebut dihias dengan relief. Tempat ini merupakan simbul kemenangan Sang Buddha pada waktu beliau mencapai Sammia Sang Buddha (kesempurnaan yang abadi).
e. Kuti
Kuti ini merupakan tempat tinggal para bhiku maupun para siswa yang sedang menuntut ilmu dan kadang kala tempat ini juga dipergunakan sebagai tempat latihan para bhiku.

Di komplek Vihara terdapat beberapa patung Buddha yang menghiasi setiap sudut taman maupun ruangan. Diantaranya terdapat dua buah patung Budha yang sangat menarik yaitu patung Parinirwana dan patung Buddha sebagai Sang Buddha sedang mencapai sama atau moksa dalam istilah agama Hindu.

Kabupaten/Kota : Buleleng

Back to top

TAMAN BUDAYA (BALI ART CENTRE)

Taman Werdhi Budaya yang terletak di Jalan Nusa Indah Denpasar merupakan salah satu tempat terluas dan paling komplek untuk pergelaran budaya di Bali dimana setiap tahunnya Pesta Kesenia Bali dilaksanakan di tempat ini. Dirancang oleh arsitektur termuka Bali yakni Ida Bagus Tugur, tempat ini dirancang berdasarkan arsitektur pura dan arsitektur Istana Kerajaan di Bali.
Pada pokoknya kawasan Taman Budaya yang dibelah sebuah sungai dari timur ke barat ini dibagi dalam 4 komplek :
1. Komplek Suci meliputi Pura Taman Beji, Bale Selonding, Bale Pepaosan, dll.
2. Komplek tenang meliputi Perpustakaan Widya Kusuma
3. Komplek setengah ramai meliputi Gedung Pameran Mahudara, Gedung Kriya, Studio Patung, Wisma Seni dan Wantilan
4. Komplek ramai meliputi Panggung Terbuka Ardha Candra dan Panggung tertutup Ksirarnawa (keduanya berada di Selatan Sungai)

Kabupaten/Kota : Denpasar

Back to top

ALAS KEDATON

Alas Kedaton terletak di desa Kukuh Kecamatan Marga + 4 km dari kota Tabanan. Pura ini mempunyai dua keunikan yang sangat menarik. Pertama memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur dan dari Selatan yang kesemuanya menuju ke halaman tengah. Keunikan yang kedua adalah halaman dalam yang merupakan tempat yang tersuci justru letaknya lebih rendah dari halaman tengah dan luar. Tempat suci ini dikelilingi oleh hutan yang dihuni oleh sekelompok kera yang dianggap keramat. Disamping itu pula terdapat sekelompok kalong yang hidup bergantungan di dahan-dahan pohon kayu yang besar dan sewaktu-waktu beterbangan, merupakan suatu atraksi yang sangat menarik bagi wisatawan baik bagi wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

selengkapnya object wisata alas kedaton

Back to top

AIR PANAS BANYUWEDANG

Air Panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul di pantai. Air panas ini berada di bawah air pada waktu air pasang. Merupakan sumber air panas terbesar, bangunan beton pengaman dibuatkan dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul, sehingga pada saat air pasang air panas tersebut tidak bercampur dengan air laut. Air panas ini banyak mengandung belerang dengan rata-rata suhu 40 derajat celcius.

Karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi, air panas ini dipercayai secara meluas bahkan sampai ke pulau Jawa karena air panas ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit terutama penyakit kulit. Tidak mengherankan apabila banyak orang-orang yang datang ke tempat ini dengan harapan penyakitnya dapat sembuh. Pantai dimana terdapat sumber air panas ini ditumbuhi tanaman bakau yang mencegah abrasi pantai. Dapat dikatakan pantai Bayuwedang ini bebas dari abrasi.

Adanya teluk dan beberapa pasir putih di sekitarnya menambah asset pariwisata di sekitar Banyuwedang ini. Air Panas Banyuwedang terletak di Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak 60 km dari kota Singaraja, dipinggir batas kawasan Taman Nasional Bali Barat. Di sebelah selatan jalan raya ke Air Panas Banyuwedang termasuk kawasan Taman Nasional, sedangkan di sebelah utaranya adalah kawasan Batu Ampar yang terdiri dari tanah berkapur. Kawasan Batu Ampar ini oleh daerah tingkat II Buleleng telah direncanakan sebagai kawasan wisata baru, mengingat adanya potensi daya tarik yang besar, diantaranya adalah adanya Taman Laut di sekitar Pulau Menjangan.

Jalan menuju air panas Banyuwedang dari jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk telah dikeraskan, demikian pula telah dibangun fasilitas parkir. Di sumber air panas yang ditanggul dibangun sebuah bangunan dengan beberapa kamar mandi tertutup. Di areal Air Panas Banyuwedang terdapat juga beberapa fasilitas WC yang dibangun oleh Taman Nasional Bali Barat, dan beberapa tempat berteduh. Jumlah kunjungan wisatawan Nusantara tinggi jika dibandingkan dengan Mancanegara. Pengunjung yang datang kebanyakan dengan tujuan untuk berobat. Pengunjung yang dari pulau Jawa kebanyakan berasal dari Daerah Banyuwangi.
Sesungguhnya sumber air panas Banyuwedang terletak ditengah-tengah hutan bakau di pinggir pantai. Daerah sekitarnya relatif gersang karena tanahnya terdiri atas tanah kapur dan tidak terdapatnya sungai yang dapat menjadikan sumber air untuk penghijauan sekitarnya. Oleh karenanya tanaman yang banyak tumbuh adalah tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, seperti yang dikenal di Bali sebagai pohon "bekeul" atau "bangyang". Adanya air panas yang mengandung belerang yang terletak di pinggir pantai ditunjang dengan daerah yang jarang penduduknya sehingga dapat diciptakan suasana tenang, menyebabkan Pemerintah Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali akan mengembangkan daerah ini sebagai Kawasan Pariwisata Untuk Kesehatan, atau yang umum disebut "Health Tourism".

Kabupaten/Kota : Buleleng

Back to top

MUSEUM LUKISAN, LE MAYEUR DI SANUR, DENPASAR

Sekilas

Pantai Sanur adalah Pantai yang sangat indah dan merupakan tempat rekreasi yang sangat menarik bagi wisatawan. Dalam sejarah perang Puputan Badung pada tanggal 18 Nopember 1906 pantai Sanur adalah tempat pendaratan tentara Belanda untuk menyerang kerajaan Badung. Pantai Sanur diproklamasikan oleh seorang asing, terutama oleh seorang pelukis yang bernama A.J. Le Mayeur. Ia datang ke Bali pada tahun 1937, karena daya tarik Pantai Sanur yang sangat indah, maka Le Mayeur memutuskan untuk menetap di Sanur dengan mendirikan tempat untuk melukis.

Le Mayeur menikah dengan gadis modelnya yang bernama Ni Polok yang juga penari yang sangat terkenal pada jamannya yang berasal dari Desa Kelandis. Sanggar Le Mayeur penuh dengan koleksi lukisan dan buku-bukunya yang sangat menarik, yang disimpan dalam bangunan yang berasitektur Bali. Beberapa lukisannya menggunakan kanvasnya, yang terbuat dari kain goni yang mengesankan bahwa lukisan tersebut dibuat pada jaman Jepang dimana untuk mendapatkan kain kanvas adalah sangat sulit. Le Mayeur meninggal pada tahun 1959 di Belgi. Makanya sanggarnya tersebut diserahkan kepada pemerintah RI untuk dijadikan Museum Le Mayeur.

Lokasi

Museum Le Mayeur terletak 6 Km arah Timur dari pusat kota Denpasar, 200 m di Utara dari Hotel Grand Bali Beach. Dari Denpasar dapat dicapai dengan sepeda motor, kendaraan umum (Bemo) dari stasiun Kreneng yang menghubungkan Denpasar-Sanur.

Back to top

MELIHAT MATAHARI TERBIT DI PANTAI SANUR, DENPASAR

Sejarah

Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan Kotamadya Dati II Denpasar. Pantai ini terletak di sebelah Timur dan Selatan desa Sanur, yang merupakan tepi Samudra Indonesia sebelah Selatan Pulau Bali. Tempat itu terkenal sejak dahulu kala, terutama ketika terjadi perang Puputan Badung pada tanggal 20 September 1906 dimana Belanda mendaratkan tentaranya di sana. Dalam sejarah Bali Kuno pantai Sanur juga terkenal, dan masdih ada tugu batu tertulis yang merupakan Prasasti Raja Kasari Warmadewa yang berkeraton di Singhadwala tahun 917, dimana sekarang terdapat di Blanjong Bagian Selatan Pantai Sanur.

Di kalangan Pariwisata, pantai Sanur pertama kali diperkenalkan oleh pelukis Belgia bernama A.J.Le Mayeur bersama istrinya Ni Polok yang menetap di sana sejak tahun 1937 dan mengadakan pameran lukisan karyanya sendiri. Daya tarik pantai Sanur sebelah Utaranya melingkar seperti setengah lingkaran dan bagian Selatannya berbelok dari Timur ke Barat, dimana gelombang air lautnya tak begitu besar dan bila airnya surut terlihatlah batu karang yang membentang berwarna-warni. Pada hari mendekati bulan mati air lautnya naik dan gelombangnya agak besar. Di sebelah Tenggara terlihatlah gugusan pulau Nusa Penida di seberang laut dan di sebelah Timur kelihatan panorama pantai Selatan Pulau Bali dengan gunungnya.

Pemandangan pantai Sanur juga terlihat indah pada sore hari, karena keadaan air laut biasanya surut dan gelombangnya merupakan riak kecil. Gugusan pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di seberang laut terlihat dari Pantai Sanur sebelah Selatan. Panorama pantai Sanur sebelah Selatan lebih indah dilihat pada pagi hari. Tempat meninjau yang strategis adalah bagian Timur, di Semawang dan Mertasari. Keadaan udara di sana terasa segar dan bertiup angin laut yang nyaman. Suasana di sepanjang pantai Sanur terang dan teduh karena penuh dengan pohon besar. Pantai Sanur baik untuk menikmati matahari terbit (Sun Rise)dan berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih.

Lokasi

Pantai Sanur jaraknya 6 Km dari pusat kota Denpasar, dapat dicapai dengan mobil, sepeda motor atau kendaraan umum yang menghubungkan pantai Sanur dengan Kota Denoasar. Kendaraan umum sangat ramai mondar-mandir antara Sanur-Denpasar, sehingga tidak ada kesulitan masalah angkutan. Pantai Sanur sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan Mancanegara oleh wisatawan Mancanegara maupun Nusantara.

Hari Minggu dan hari libur, tempat itu menjadi pilihan penduduk kota Denpasar untuk rekreasi sambil mandi di laut. Pada hari bulan Purnama malamnya banyak orang datang santai dan mandi ke sana, sambil melihat keindahan pantai di malam hari. Selain pantainya Museum Le Mayeur juga banyak menari minat wisatawan.

Fasilitas

Fasilitas yang terdapat di sana antara lain adanya Hotel bertaraf Internasional seperti Hotel Grand Bali Beach, Hotel Hyatt, Hotel Sanur Beach, Hotel Sindu Beach dan banyak lagi sepanjang Timur dan Tenggara pantai Sanur. Kios barang kesenian dan Art Shop juga banyak di sana. Akomodasi dan Restourant untuk wisatawan cukup banyak tersedia yang senantiasa siap melayani kepentingan para wisatawan.

Back to top

DESA TIHINGAN, PUSAT PEMBUATAN GAMELAN DI KLUNGKUNG.

Identifikasi dan Daya Tarik

Desa Tihingan di Kecamatan Banjarangkan merupakan pusat kerajinan pembuat gong (Gamelan). Pembuatan gong dikerjakan mulai dari tenaga kasar sampai tenaga ahli yang khusus untuk menyelaraskan suara gong/gamelan tersebut. Jadi yangterpenting dari pekerjaan ini adalah keahlian untuk menyelaraskan suara gong. Di Desa Tihingan terdapat dua kelompok Pande (ahli atau tukang) yang membuat Gong.

Lokasi

Desa Tihingan terletak di Kecamatan Banjarangkan, dan dapat dijangkau dengan kendaraan baik itu roda dua maupun dengan roda empat. Kira-kira 3 km arah Barat Kota Semarapura. Jalan menuju Desa Tihingan sudah diaspal.

Fasilitas

Desa Tihingan belum dilengkapi dengan fasilitas sebagai obyek wisata, seperi belum ada WC, kios souvenir, kios makanan dan minuman, penginapan/losmen dan tempat parkir.

Deskripsi

Masyarakat desa ini sangat terkenal di Bali karena keahliannya membuat istrumen (gamelan) Gong. Kecuali Gong, masyarakat di desa ini dapat pula membuat berbagai macam gamelan Bali lainnya seperti : Semara Pegulingan, Gender Wayang, Kelentangan/Angklung dan lain-lainnya yang bahannya terbuat dari logam kerawang. Mungkin keahlian membuat gong ini telah diwariskan oleh leluhur mereka yangtelah berabad-abad lamanya terkenal sebagai Pande Gong dari Desa Tihingan. Hal tersebut dapat kita buktikan dengan katutnya nama para pande Tihingan pada barungan-barungan gamelan yang ada di desa-desa. Akan keadaan sekarang jauh lebih maju lagi. Gamelan Bali yang mempunyai ciri khusus dan enak dinikmati telah menyebar keseluruh tanah air, bahkan ke seluruh dunia. Sering dijumpai ada wisatawan asing yang berkunjung ke desa Tihingan hanya karena tertarik dan kemudian memesan seperangkat Gong untuk dibawa ke negerinya.

Back to top

MUSEUM GEDUNG ARCA, WISATA PURBAKALA DI GIANYAR.

Identifikasi dan Daya Tarik

Gedong arca ini merupakan Museum Lapangan (field archaelogical Museum). Dibangun sejak tahun 1960 dibawah asuhan dinas purbakala Bali, dan karena berbagai hal baru pada tahun 1974 dapat dibuka secara resmi. Di Gedong arca ini terdapat koleksi benda-benda Purbakala yang berasal dari jaman prea sejarah Bali dan dari jaman Sejarah Bali.

Lokasi

Museum Gedong Arca ini terletak diantara Desa Pejeng dan Desa Bedulu, di tepi jalan raya menuju Tampak Siring. Jarak dari Pura Penataran Sasih ke arah Selatan lebih kurang 400 m.

Kunjungan

Para wisatawan Mancanegara maupun wisatawan Nusantara banyak mengunjungi Museum ini baik bertujuan hanya untuk melihat benda-benda purbakala maupun mengadakan penelitian.

Deskripsi

Diantara koleksi benda-benda prasejarah ini terdapat juga alat-alat dari batu, tulang dan lain-lainnya. Yang sangat menarik perhatian ialah beberapa buah peti mayat (Sarkofagus) yang berasal dari berbagai tempat di Bali. Pada umumnya seperti kura-kura, mempunyai tonjolan padas sisi depan dan sisi belakangnya atau pada sisi sampingnya. Diantara tonjolan-tonjolan ini ada yang dihiasi dengan pahatan kedok muka yang memperlihatan mata bulat atau membelalak, mulut menganga atau melawak dengan mengeluarkan lidah. Koleksi lainnya adalah stupika dari Pejeng, arca perunggu dan lain-lainnya.

Back to top

KAWASAN PADANG GALAK DI SANUR.

Daya Tarik

Di daerah kawasan Padang Galak terdapat beberapa tempat yang sangat menarik yakni :

1. Monumen Padang Galak
Monumen ini didirikan untuk memperingati korban musibah jatuhnya pesawat PANAM di tahun 1972 di Grokgak Singaraja, dimana semua penumpang dan awak pesawat meninggal (17 orang). Musibah jatuhnya pesawat PANAM adalah merupakan kecelakaan pesawat udara yang memakan korban terbesar yang pernah terjadi di Bali. Korban yang terdiri dari berbagai warga negara yang tidak dapat diidentifikasikan tersebut, semuanya dimakamkan di areal Padang Galak. Monumen ini mempergunakan arsitek Bali dan saat ini terletak di kawasan Taman Rekreasi Ayung River Walk.

2. Ayung River Walk
Adalah merupakan pusat Taman Rekreasi yang terletak di kawasan Padang Galak yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk rekreasi antara lain : kolam renang yang bertaraf internasional, pusat Rekreasi Ayung dengan berbagai fasilitas olah raga, Pasar Swalayan Tradisional yaitu sebuah konsep pasar tradisional yang dikelola secara modern, Pasar Seni Nusantara yaitu muara seni terbesar dalam alam tradisional Bali, yang menggelar karya seni terbaik putra Indonesia.

Lokasi

Padang Galak terletak di kawasan Denpasar Timur antara kota Denpasar, Sanur dan Gianyar yang dikenal dengan kawasan Segi Tiga Emas. Dari pantai ini kita dapat menyaksikan keindahan Gunung Agung, Pulau Nusa Penida, dan keindahan pantai sanur dengan keindahan Grand Bali Beach yang berdiri sangat megahnya. Pada pagi sampai sore harinya di Selat Badung dapat disaksikan perahu nelayan dan kapal-kapal pesiar yang datang dan pergi melalui Selat ini.

Back to top

PRASASTI BLANJONG DI SANUR.

Identifikasi dan Daya Tarik

Sejak lima puluh tahun yang lalu para ahli telah menaruh perhatian yang cukup besar terhadap situs Blanjong Sanur, hal itu disebabkan oleh adanya benda arkeologi yang cukup menarik yang telah ditemukan di situs tersebut. Beberapa hipotesa telah muncul di kalangan para sarjana sehubungan dengan prasasti tersebut antara lain bahwa fungsi dari situs Banjong tersebut ada kaitannya denga ekspansi Kasari Warmadewa ke Gurun dan Suwal atau situs Blanjong tersebut merupakan pelabuhan.

1. Prasasti Blanjong Prasasti itu merupakan sebuah tiang atau pilar batu dengan ukuran tinggi 177 cm dan garis tengah 62 cm. Prasasti itu dapat dikatakan sebagai temuan terpenting di situs Blanjong dan paling banyak menimbulkan teka-teki di kalangan para sarjana. Prasasti ini ditulis dengan dua macam huruf yaitu huruf Pre-Negari menggunakan bahasa Bali Kuno, sedangkan bagian yang ditulis dengan huruf Kawi menggunakan bahasa Sansekerta.

2. Arca Selain prasasti, di situs Blanjong juga ditemukan sejumlah arca. Arca-arca tersebut ada yang masih dalam keadaan utuh dan ada pula yang hanya tinggal sebagian saja atau bersifat fragmatis. Disamping itu, beberapa buah arca yang berasal dari situs Blanjong kini telah dipindahkan dan disimpan di Museum Bali di Denpasar. Adapun arca yang ditemukan di situs Blanjong adalah sebagaiberikut :

a. Ganesa Arca ditempatkan pada sebuah palinggih (Bangunan suci) yang terletak dalam komplek pura Blanjong, kira-kira 15 m di sebelah barat laut prasasti yang telah diuraikan di atas. Arca dipahat ke genuk-genukan dengan sikap wirasana, sedangkan belalai dan kedua tangannya dalam keadaan patah. Arca itu terbuat dari bahan batu padas yaitu bahan yang tidak terdapat di situs tersebut, sehingga kemungkinan bahan arca tersebut didatangkan dari tempat lain atau arca itu sendiri dibuat di tempat lain. Pengukuran arca tidak dapat dilakukan karena arca ditempatkan dalam sebuah bangunan yang sempit dan bangunan tersebut kini dibelit oleh akar pohon beringin yang tumbuh di pura itu.

b. Arca Perwujudan Arca tersebut kini disimpan di Museum Bali di Denpasar dengan kode (A. ab. 1718. Arca tersebut dari batu padas, melukiskan seorang dewi. Digambarkan berdiri tegak, mukanya bulat telur. Mahkotanya digambarkan bertingkat-tingkat, memakai anting-anting dan kalung. Kedua tangan arca diletakkan di depan perut dengan memegang kuncup bunga. Dibagian belakang leher hingga bagian belakang kepala terlihat adanya lingkaran cahaya. Arca ini berdiri di atas lapik yang berukuran 15 x 15 x 7 cm dengan lehernya 15 cm. Arca ini diperkirakan berasal dari abad XIII-XIV. Tokoh yang digambarkan tidak dapat diidentifikasikan.

c. Arca Terakota Arca ini juga disimpan di Museum Bali di Denpasar dengan nomor 3793. Terbuat dari tanah bakar. Arca digambarkan berdiri di atas lapik dengan ukuran 15 x 15 x 4 cm, tinggi keseluruhan 5 cm dan lebar 12 cm. Mahkota arca tersebut berbentuk supit urang, hiasannya menyerupai wayang, kumis dan keningnya dipoles dengan mangsi. Kakinya dibengkokkan ke depan serta tangan kirinya memegang saput (sampur. Pakaian arca dihias dengan teknik goresan.

d. Arca Binatang Di Pura Blanjong Sanur terdapat dua buah arca binatang yang ditempatkan pada sebuah pelinggih. Arca ini dibuat dari batu padas. Keadaan arca tidak lengkap karena bagian kepala kedua arca tersebut telah hilang. Kemungkinan arca tersebut menggambarkan dua ekor lembu. Arca digambarkan dengan sikap yang hampir sama yaitu dalam keadaan tertelungkup dengan kaki bagian depan dilipat ke belakang dan kaki belakangnya dilipat ke depan. Ukuran masing-masing arca tersebut adalah sebagai berikut : panjang seluruhnya 52 cm, lebar bagian depan 27 cm, lebar bagian belakang 23 cm. Tinggi seluruhnya 32 cm dan tinggi lapik 8 cm. Arca binatang yang satu lagi ukurannya sebagai berikut : panjang seluruhnya 51 cm, lebar bagian depan 188 cm, lebar bagian belakang 2 cm, serta tinggi lapik 6 cm. Kemungkinan besar arca ini sudah tidak di situ lagi. Disamping arca-arca tersebut di situs itu ditemukan pula 2 buah sandaran arca, sebuah fragmen kaki arca dan sebuah lingga, dan artefak-artefak yang lain.

Back to top

BATUKAANG, DESA WISATA BUDAYA DI BANGLI.

Identifikasi dan Daya Tarik

Desa ini berada pada ketinggian 1.150 m di atas permukaan laut, sehingga keadaan udaranya tergolong sejuk seperti Obyek Wisata Kawasan Batur (Penelokan Kintamani). Sepanjang jalan menuju Desa Batukaang dari ibu Kota Kecamatan dapat dilihat keagungan alam dengan keindahan panoramanyayang menawan dan mempesona. Tanaman kopi membentang bagaikan permadani di kaki langit, gunung menjulang berpayung awan, ini berarti menandai kesuburan alam pegunungan. Pada saat tanaman kopi berbunga, akan tercium bau semerbak mewangi sehingga menambah kesejukan, kegairahan dalam menempuh perjalanan menuju desa ini. Semua ini merupakan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Desa Batukaang.

Lokasi

Desa Batukaang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli. Untuk mencapai desa ini dari Ibu Kota Propini Bali dengan menempuh jarak kurang lebih 60 Km, dari Kota Bangli menempuh jarak 35 Km, dan dari Ibu Kota Kecamatan menempuh jarak 18 km.

Fasilitas

Di Desa Batukaang sudah dialiri listrik dan jalannya beraspal sehingga mudah dilalui kendaraan bermotor, namun belum ada penginapan, rumah makan, mengingat desa ini baru diperkenalkan sebagai inventarisasi Obyek Wisata. Di desa ini sudah ada Puskesmas Pembantu untuk melayani masyarakat setempat dan sekitarnya, demikian juga air bersih sudah cukup tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.

Deskripsi

Nama Desa Batukaang mengandung arti bahwa desa ini terletak di sebelah perbukitan yang berbatu-batu. Di Desa ini terdapat peninggalan purbakala berupa arca-arca yang secara keseluruhan berjumlah 188 buah, yang masih dikeramatkan oleh penduduk setempat, mengingat peninggalan ini disimpan pada beberapa buah pura yaitu : Pura Puseh Sanggambu dan Pura Sangambu. Berdasarkan dari hasil penelitian Dinas Kebudayaan Propinsi Bali dinyatakan bahwa, peninggalan purbakala di desa ini menganut sistem kepercayaan, yang merupakan perpaduan yang harmonis antara kepercayaan megalitik yang berpusat pada pemujaan roh nenek moyang dengan pemujaan pada dewa-dewa sebagai manifestasi Hyang Widhi. Setelah masuknya pengaruh Hindu barulah berdiri bangunan suci berupa candi, meru dan lain sebagainya. Kesenian yang tumbuh dan berkembang yang diwarisi oleh warga masyarakat Batukaanng tetap mempunyai kaitan yang erat dengan upacara keagamaan sebagai cetusan rasa bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yaitu Tari Pendet dan Rejang.

Back to top

TAMAN NARMADA BALIRAJA, MILIK KERAJAAN TAMAN BALI.

Identifikasi dan Daya Tarik

Di Desa Taman Bali terdapat sebuah Taman yang merupakan peninggalan Kerajaan Taman Bali. Taman ini dilengkapi kolam dan tempat pemujaan berupa bangunan Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Tamanbali sehingga tempat ini dijadikan tempat rekreasi oleh raja Tamanbali. Taman Narmada Baliraja luasnya sekitar 50 are dikelilingi oleh areal persawahan. Kerama subak mendirikan bangunan Pura Subak yang berada di sebelah Barat Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum Tamanbali. Disamping itu terdapat pula peninggalan berupa Jempeng Raja (WC) yang berbentuk lembu dan Bangunan Bale Emas (tempat penyimpanan kekayaan raja) yang berada di lingkungan SD No. 1 Tamanbali. Bale emas itu sudah direnovasi pada tahun 1986 oleh warga Desa Tamanbali. Peninggalan ini tentunya mempunyai daya tarik dan sekaligus potensial dikembangkan sebagai obyek wisata, khususnya wisata memancing yang bisa dikaitkan dengan olah raga sepeda gayung dan lari lintas alam.

Lokasi

Taman Narmada Baliraja terletak di Desa Tamanbali Kecamatan Bangli, Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli. Untuk mencapai Desa ini dari Kota Bangli ke arah Selatan dengan nemenpuh jarak 5 km dan dari ibu kota propinsi dapat menempuh melalui jalan utama 5 Gianyar-Bangli yang berjarak 35 km. Sedangkan dari Desa Tamanbali menuju taman ini ada 2 jalan yaitu :
1. Melalui jalan setapak (jalan tanah) ke arah barat yang jaraknya kurang lebih 500 m.
2. Ke arah barat melalui jalan aspal sebelum memasuki dusun Sedawa belok ke arah Selatan, jaraknya kurang lebih 300 m.

Fasilitas

Di desa Tamanbali belum tersedia rumah makan, penginapan, parkir sebagai pendukung dalam perkembangan Obyek Wisata. Namun kondisi jalannya sudah beraspal, mengingat Desa ini merupakan jalur pariwisata yang menghubungkan obyek wisata Kabupaten Gianyar dengan obyek Wisata Kabupaten Bangli. Desa ini sudah dialiri listrik demikian pula air bersih.

Deskripsi

Berdirinya Kerajaan Tamanbali erat sekali kaitannya dengan Tirta Harum yang ada di Desa Tegal Wangi Kabupaten Daerah Tingkat II Klungkung. Berdasarkan monografi Desa Tamanbali yang dikutif dari babad Satria Tamanbali diceritakan bahwa Sang Hyang Subali bersaudara denga Sanghyang Sekar Angsana, Sang Hyang Aji Rembat dan Ida Mas Kuning. Sang Hyang Subali tinggal di Gunung Tohlangkir (Gunung Agung), Sang Hyang Sekar Angsana di Gelgel, Sang Hyang Aji Jaya Rembat di Kentel Gumi dan Ida Mas Kuning di Guliang Kangin Tamanbali. Dalam kaitan ini Pedanda Wawu Rauh dalam kedatangannya ke Bali sempat berkunjung bertemu dengan Sang Hyang Subali. Sekembalinya dari Gunung Agung dalam menempuh perjalanan panjang beliau merasa sangat haus maka turunlah ke sungai Melangit untuk mendapatkan air. Akhirnya beliau menancapkan tongkatnya pada batu karang di tebing sungai Melangit sehingga keluarlah air yang harum dan seorang gadis cantik dari belahan batu karang . Karena air ini sangat harum maka mata air dinamai Tirta Harum dan bahkan bau harumnya sampai ke tegal sekitarnya hingga dinamakan tegal wangi. Kemudian Pedanda Wawu Rauh melanjutkan perjalanan, sedangkan Dewi Nyung Asti masih tetap berada di dalam goa. Dan pada akhirnya Dewi Nyung Asti melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama I Dewa Anga Tirta. Setelah menginjak dewasa diganti namanya dengan sebutan Sang Anom/Sang Anom Bagus, sesuai dengan ajaran Sang Hyang Subali. Kemudian Sang Anom Bagus mendirikan kerajaan di sebelah barat laut dari Tirta Harum yaitu di Narmada dengan nama lain Tamanbali. Tamanbali diuraikan menjadi ta artinya sejati, ma artinya lebih dan Bali artinya asli yang dibuat oleh Sang Hyang Subali. Jadi Tamanbali diciptakan oleh Sang Hyang Subali dengan keahlian yang sejati dan tidak ternodai oleh apapun. I Dewa Anga Tirta/Sang Anom Bagus diangkat menjadi raja oleh Sang Hyang Aji Jaya Rembat. Sang Anom Bagus kawin dengan Dewi Ayu Emas, putri dari Sang Hyang Sekar Angsana yang tinggal di Gelgel Klungkung. Pada pemerintahan Sang Anom Bagus Raja Kerajaan Tamanbali mendirikan tempat pemujaan dan sebuah taman yang indah untuk dijadikan tempat rekreasi. Pemujaan berupa Pura Kawitan Maha Gotro Tirta Harum dan Taman Narmada Baliraja merupakan peninggalan sejarah yang harus dilestarikan keberadaannya.

Back to top

PANTAI LABUHAN SAIT, PADUAN SUASANA BERBUKIT DAN LAUT LEPAS.

Jika sudah terlalu sering atau bosan untuk berkunjung ke pantai Sanur, Kuta atau pantai lainnya, Pantai Labuhan Sait agaknya bisa menjadi alternatif pilihan untuk obyek wisata Pantai yang ada di Bali.

Pantai Labuhan Sait berlokasi di Desa pecatu yang berjarak kurang lebih 32 km dari kota Denpasar. Untuk mencapai pantai ini tidaklah sulit. Jalan menuju ke pantai ini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat. Areal parkir bagi para pengunjung juga telah tersedia di pantai ini disamping beberapa kios untuk menjual makanan dan minuman. Beberapa kios untuk menjual cindera mata juga tidak ketinggalan.

Pantai Labuhan Sait merupakan salah satu dari sekian banyak Pantai yang ada di Kabupaten Badung. Pantai yang memiliki panorama indah ini, baik digunakan untuk berselancar ataupun untuk sekedar berekreasi menyegarkan pikiran dari rutinitas keseharian.

Pantai ini terletak di bawah bebukitan batu karang. Paduan suasana bebukitan dan pantai lepas Laut Selatan Pulau Bali yang berpasir putih dapat dilihat di tempat ini.

Berada di Pantai ini, suasana nyaman, damai serta bebas kebisingan segera terasa. Tak heran suasana ini membuat wisatawan senang dan betah untuk berkunjung ke Pantai ini

Menurut cerita pada jaman dulu, Pantai Labuhan Sait dulunya dipergunakan sebagai pelabuhan niaga dan pelabuhan pendaratan serta pemberangkatan kapal perang kerajaan-kerajaan di Bali Selatan.

Back to top

MANDALA WISATA MENGWI

Lokasi

Lokasi Mandala Wisata terletak di sebelah Barat Obyek Wisata Taman Ayun. Jaraknya dari kota Denpasar kurang lebih 15 kilo meter.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia adalah : Wantilan, Art Shop, Open Stage (kecil), Open Stage (besar), toilet (WC), Kantor Information, Restourant, parkir.

Deskripsi

Mandala Wisata Mengwi, merupakan salah satu obyek wisata yang dibangun oleh pemerintah tahun 1974, berada di sebelah barat wisata Taman Ayun, digunakan sebagai tempat untuk kegiatan penerangan wisata serta peragaan kesenian dan kebudayaan. Tempat ini juga dilengkapi dengan Museum Manusa Yadnya, dimana dapat kita lihat secara langsung miniatur visualisasi bentuk dan jenis banten upacara/keagamaan Manusia Yadnya dari bayi berumur 6 bulan dalam kandungan, bayi baru lahir, bayi baru berumur 12 hari, bayi berumur 42 hari, bayi berumur 3 bulan, bayi berumur 6 bulan, upacara menginjak dewasa, upacara potong gigi, upacara perkawinan, upacara ngaben, memukur (yang dilengkapi dengan wadah dan lembu dipakai dalam upacara ngaben dan Jan Trajangnya).

Back to top

PELAGA, PERBUKITAN HIJAU DI BADUNG UTARA.

Lokasi

Lokasi obyek ini berada di ujung Utara Kabupaten Badung, kurang lebih 48 kilometer dari Denpasar, dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Mencapai obyek ini dari kota Denpasar ke uatara lewat obyek Sangeh terus Petang kemudian Pelaga. Dari Desa Pelaga telah ada jalan tembus menuju ke obyek Kintamani melalui Desa Belaksidan.

Fasilitas

Sampai sekarang di daerah ini belum ada dibangun fasilitas kepariwisataan dan fasilitas obyek secara khusus.

Deskripsi

Daerah yang berada di ujung Utara (di ujung keris) Kabupaten Badung ini, merupakan perbatasan antara Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Bangli. Keindaha panoramanya telah dikenal sejak jaman dahulu untuk melepaskan kepenatan dan kekeruhan pikiran, serta untuk rekreasi. Bukti tersebut dapat kita lihat dengan adanya pesanggrahan yang didirikan oleh Belanda, dan pesanggrahan tersebut sekarang dikelola oleh Pemda. Rentetan bukit, gunung, lembah, sawah berundag, lembah ngarai, air terjun dan kebun kopi menghijau merupakan daya pikat kita untuk betah menikmati indahnya alam.

Back to top

PANTAI MEDEWI DI JEMBRANA.

Sekilas

Pantai Medewi seperti halnya pantai-pantai lainnya di Bali juga menjanjikan daya tarik bagi pengunjung. Nama Medewi dari pantai obyek ini diambil dari nama Desa dimana pantai ini terletak. Diperkirakan sekitar tahun 1912 Desa Medewi dibuka sebagai tempat emukiman. Yang membuka pertama kali adalah rombongan orang-orang dari Desa Mendoyo Dauh Tukad Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana. Sebelum dilakukan perabasan daerah itu merupakan hutan yang penuh dengan tumbuhan ketket. Ketket adalah sejenis tanaman durinya sangat banyak. Dengan adanya hutan yang banyak durinya tersebut maka rombongan orang-orang tersebut memberi nama wilayah tersebut hutan Medewi. Setelah menjadi tempat pemukiman kemudian Desa itu diberi nama Desa Medewi sebagaimana yang kita kenal sekarang.

Lokasi

Untuk mendapatkan lokasi obyek pantai Medewi ini sangat mudah. Pantai Medewi terletak lebih kurang 100 m dari jalan raya Denpasar-Gilimanuk yang merupakan wilayah Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Untuk menujunya dari Denpasar akan menempuh selama lebih kurang 72 km dengan memakan waktu lebih kurang satu setengah jam. Dalam perjalanan untuk menuju Pantai Medewi akan tampak sawah-sawah yang berjajar di tepian pantai, yang bila petani sedang memanen akan mempunyai keunikan tersendiri.

Fasilitas

Jalan menuju Pantai Mendewi sangat bagus sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Dengan perkembangannya yang cukup pesat di sini sudah terdapat hotel tempat penginapan, restourant, tempat parkir serta WC/kamar mandi termasuk kolam renangnya. Kios-kios sebagai tempat penjualan barang souvenir sebagai cendera mata belum tersedia

Back to top

PURA RAMBUT SIWI DI TEPI PANTAI.

Sekilas

Rambutsiwi sebagai obyek wisata, merupakan lingkungan suatu pura yang bernama Pura Rambutsiwi, yang dikelilingi oleh sawah yang membentang luas dan berteras-teras, di sebelah Selatan adalah gundukan tebing dan batu karang yang curam. Selain dikelilingi sawah yang berteras-teras di kejauhan di sebelah Utara kelihatan gugusan pedesaan dan deretan pegunungan yang membujur dari barat ke timur, serta Samudera Indonesia di sebelah Selatan. Di sebelah barat-daya pura terdapat balai tempat istirahat untuk menikmati keindahan panorama laut dengan disertai deburan suara ombak yang cukup mengasikkan. Tidak jauh dari balai tempat istirahat tadi yaitu sebelah Selatan Pura terdapat undag-undag yang curam untuk jalan turun ke pantai. Di pinggir pantai pada tebing batu karang ada dua buah goa yang dianggap suci dan kramat. Suasana di tempat ini sangat tenang sekali dan baik untuk menenangkan pikiran. Di sebelah Timur goa tersebut terletak Pura Rambut Siwi. Menurut tradisi di tempat ini Dang Hyang Nirartha tiba pertama kali.

Lokasi

Pura Rambut Siwi terletak di pinggir pantai Selatan Pulau Bali bagian Barat yaitu di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Di sebelah Utara pura lebih kurang 200 meter, terbentang jalan raya jurusan Denpasar-Gilimanuk dimana terdapat penyawangan Pura Rambut Siwi. Di sini biasanya umat Hindu yang melintasi jalur perjalanan tersebut berhenti sejenak untuk menghaturkan sembah mohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jarak dari kota Denpasar lebih kurang 78 km, perjalanan ke sana dapat dicapai dengan mobil atau sepeda motor. Dapat juga ke sana dengan menumpang kendaraan umum yang cukup banyak lalu lalang dari pagi hingga petang, karena itu tidak ada masalah sama sekali mengenai transportasi. Jika pengunjung menggunakan kendaraan bermotor, kendaraan tersebut bisa langsung diparkir di dekat (sebelah timur) pura. Lama perjalanan dari kota Denpasar sekitar 2 jam, dan dalam perjalanan banyak melalui jalan yang berkelok-kelok, menanjak naik-turun, sehingga banyak menyaksikan keindahan alam sepanjang perjalanan.

Fasilitas

Rambutsiwi telah didukung dengan sarana dan prasarana, seperti sudah tersedianya tempat parkir, toilet umum, wantilan dan bangunan sasana budaya untuk tempat pertemuan. Di pinggir jalan raya di sebelah Utara terdapat warung-warung yang menjual makanan dan minuman. Di sekitar lingkungan pura (terutama di sebelah timur dan Barat) ada tempat-tempat istirahat untuk sementara melepaskan lelah sambil melihat-lihat keindahan alam sekitarnya. Disamping itu terdapat pula di sana pameran lukisan maupun barang-barang souvenir lainnya yang dipajang setiap harinya.

Back to top

AIR PANAS BANYUWEDANG

Sejarah

Air panas Banyuwedang bersumber dari mata air panas yang muncul di pantai dan berada di bawah air pada waktu air pasang. sumber air panas yang terbesar, telah dibuatkan bangunan beton pengaman dalam bentuk lingkaran yang berfungsi sebagai tanggul sehingga pada saat air pasang air panas tersebut tidak bercampur dengan air laut. Air panas ini banyak mengandung belerang dengan suhu panas rata-rata 40 derajad celcius.

Karena kandungan belerangnya yang cukup tinggi, maka air panas ini dipercayai secarameluas bahkan sampai ke pulau Jawa kalau air panas ini dapat menyembuhkan beberapa penyakit terutama penyakit kulit. Tidak mengherankan apabila banyak orang-orang yang datang ke tempat ini dengan harapan penyakitnya dapat disembuhkan.

Pantai dimana terdapat sumber air panas ini ditumbuhi tanaman bakau yang mencegah pantai abrasi. Dapat dikatakan pantai di Banyuwedang ini bebas dari abrasi. Adanya teluk dan beberapa pasir putih di sekitarnya menambah asset pariwisata di sekitar Banyumedang ini.

Lokasi

Air panas Banyuwedang terletak di desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak 60 km dari kota singaraja. Di sebelah selatan jalan masuk dari jalan raya ke Air Panas banyumedang masuk kawasan Taman nasional, sedangkan di sebelah utaranya adalah kawasan Batu Ampar yang terdiri dari tanah berkapur yang oleh Pemerintah Daerah tingkat II Buleleng telah direncanakan sebagai kawasan wisata baru, mengingat adanya potensi daya tarik yang besar, diantaranya adalah adanya Taman Laut di sekitar pulau Menjangan.

Fasilitas

Sekitarnya Kuta adalah wilayah yang semarak di Bali, dan merupakan sorga dari wisatawan Jalan menuju air panas Banyuwedang dari jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk telah dikeraskan, demikian pula telah dibangun fasilitas parkir, di sumber air pnas yang telah tanggul dibangun pula sebuah bangunan dengan beberapa kamar mandi tertutup. Di areal Air Panas Banyuwedang terdapat juga beberapa warung-warung kecil yang umumnya menjual minuman. Sebuah fasilitas WC telah dibangun oleh Taman Nasional Bali Barat dan beberapa tempat berteduh.

Back to top

PURA PULAKI DI TEPI LAUT.

Sekilas

Lingkungan Pura Pulaki dibangun di atas tebing berbatu dan langsung menghadap ke laut. Sebelumnya lingkungan pura ini wujudnya sangat sederhana, akan tetapi setelah direnovasi dan diperluas dengan menggunakan bahan batu lahar dari Gunung Agung. Lingkungan Pura ini kelihatan sangat agung dan sesuai dengan namanya yaitu Lingkungan Pura Agung Pulaki. Daya tarik lingkungan pura ini yang menonjol adalah lokasi dan lingkungan pura.

Bukit terjal yang berbatu dan kering serta laut membentang di depannya dan bukit tidak jauh di sebelah baratnya yang berbentuk tanjung kecil memberikan suasana yang sangat menarik. Kera-kera yang hidup di sekitar pura ini, sering berkumpul di halaman pura karena adanya makanan yang diberikan oleh para pengunjung, menambah daya tarik lingkungan pura ini.

Lokasi

Lingkungan Pura Pulaki terletak di Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, 53 km sebelah Barat Singaraja. Lingkungan pura ini terletak di pinggir jalan raya jurusan Singaraja-Gilimanuk dan oleh karenanya sangat mudah dicapai oleh segala jenis kendaraan bermotor.

Fasilitas

Terdapat tempat parkir yang cukup luas, terutama dimaksudkan untuk tempat parkir bagi para pengunjung yang akan melakukan sembahyang di saat odalan di lingkungan Pura Pulaki. Terdapat pula warung-warung kecil di sekitar tempat parkir yang menjual makanan dan minuman. Tidak jauh dari Lingkungan Pura Pulaki terdapat beberapa rumah penginapan.

Back to top

DANAU BUYAN DAN TAMBLINGAN, DANAU KEMBAR DENGAN PEMANDANGAN YANG INDAH.

Sekilas

Dua buah danau yang seakan-akan merupakan danau kembar yaitu Danau Buyan dan Danau Tamblingan memiliki daya tarik yang cukup mempesona. Keaslian alam di kedua danau ini masih sangat dirasakan misalnya dengan tidak adanya penggunaan perahu bermotor di kedua danau ini. Masyarakat setempat menggunakan perahu-perahu kecil yang disebut "pedahu" untuk memancing.

Dengan udara yang sejuk dikelilingi pegunungan yang serba hijau, suasana udara yang segar memberikan suasana yang tenang dan nyaman. Danau ini sangat ideal untuk olah rekreasi air seperti mendayung dan memancing.Terutama bagi mereka yang menyenangi alam dan rekreasi di alam kedua danau ini adalah tempatnya.

Adanya kera-kera yang tidak jauh dari kedua danau ini yaitu di jalan raya sebelah danau Buyan jurusan Denpasar-Singaraja yang semakin hari semakin banyak jumlahnya, menambah daya tarik kawasan ini sebagai obyek wisata.

Lokasi

Danau Buyan dan Danau Tamblingan berlokasi di Kecamatan Sukasada, 21 km sebelah Selatan Kota Singaraja. Terletak di pinggir jalan Depasar Singaraja. Letaknya yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 1000 meter dari permukaan laut sehingga udara agak sejuk dan dingin pada malam hari. Sedangkan danau Tamblingan dapat dicapai melalui pertigaan ke arah Desa Munduk, Desa Gobleg dan tembus di kawasan Lovina, sepanjang jalan menyajikan suatu pemandangan danau Tamblingan secara utuh. Dari Desa Munduk dapat dicapai danau melalui jalan swadaya masyarakat. Mobil dapat mencapai pinggir danau yang masih asri, dengan kawasan hutannya yang belum tersentuh.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia adalah tempat parkir untuk mobil tepi danau, penyewaan perahu untuk keperluan memancing ataupun sekesar berekreasi, fasilitas akomodasi

Back to top

PANTAI LOVINA, WISATA PANTAI DI BULELENG.

Sekilas

Kawasan Wisata Lovina ini merupakan kawasan wisata pantai dengan daya tarik utamanya adalah pantai dengan air laut yang tenang, pasir berwarna kehitam-hitaman, karang laut dengan ikan-ikan tropisnya. Karena sifat lautnya yang tenang, lovina ini sangat cocok untuk rekreasi air seperti menyelam, snorkling, berenang, memancing, berlayar, mendayung dan sekedar berendam di air laut.

Disamping daya tarik tersebut di atas, dapat dicatat di sini adalah adanya ikan lumba-lumba dalam habitat aslinya. Ikan lumba-luma ini yang jumlahnya ratusan dapat dilihat di pagi hari, kurang lebih satu kilometer lepas pantai. Ikan lumba-lumba yang menyelam, melompat di atas permukaan air dengan pemandangan untaian gunung di sebelah Selatannya, langit kemerah-merahan bertanda terbitnya matahari merupakan suatu pemandangan yang memberikan daya tarik yang sangat memikat.

Kawasan Lovina ini juga ditunjang oleh banyak daya tarik wisata di sekitarnya yang mudah dicapai dari Lovina. Daya tarik pariwisata di sekitar Lovina antara lain : Ar Panas banjar, Wihara Buddha, Air Terjun Gigit, dan desa-desa di sekitarnya yang sangat ideal untuk mereka yang mencintai alam.

Lokasi

Secara resmi, kawasan ini disebut wisata Kalibukbuk, namun lebih dikenal dengan kawasan wisata Lovina. Kawasan ini meliputi 2 Kecamatan, yaitu Desa Pemaron, Desa Tukadmungga, Desa Anturan dan Desa Kalibukbuk masuk Kecamatan buleleng sedangkan Desa Kaliasem dan Desa Temukus masuk Kecamatan Banjar. Kedua-duanya terletak di Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng. Desa yang terletak paling Timur yaitu Desa Pemaron 5 km Barat Singaraja dan Desa paling barat yaitu Desa Temukus 12 km Barat Singaraja. Pusat kawasan Lovina terletak 10 km dari Kota Singaraja.

Fasilitas

Kawasan wisata Lovina sementara ini menjadi pusat fasilitas kepariwisataan di Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng yaitu berupa akomodasi baik hotel berbintang, hotel melati, pondok wisata maupun homestay, rumah makan, toko cendramata, angkutan, money changer, pelayanan informasi pariwisata, wartel dan lain-lain.

Back to top

TIRTA GANGGA, TAMAN WISATA KERAJAAN KARANGASEM.

Sekilas

Taman Tirta Gangga merupakan satu komplek pertamanan yang amat indah. Keberadaannya memberikan satu refleksi mengenai satu pola budaya keraton dan budaya masyarakat yang menetapkan air (mata air) pada posisi dan arti yang amat penting bagi kehidupan.

Dalam komplek Taman Tirta Gangga terdapat tempat suci, mata air, bangunan pelindung mata air, menara air, aneka ragam bentuk kolam besar dan kecil, pancoran, pemeliharaan ikan hias, aneka tanaman dan bunga-bungaan. Secara keseluruhan komplek taman ini menyajikan satu daya tarik dan keindahan tersendiri yang terwujud sebagai suatu keharmonisan hubungan manusia, alam, budaya yang dijiwai oleh keagamaan.

Taman Tirta Gangga sebagai obyek wisata alam merupakan warisan taman dan arsitektur almarhum Raja Karangasem yang terakhir, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem (dahulu bernama I Gusti Bagus Djelantik) kepada kesepuluh putra lelaki beliau yang dijadikan milik bersama (druwe tengah) yang kemudian sejak tahun 1981 pengelolaannya diserahkan kepada Dr. Anak Agung Made Djelantik.

Lokasi

Taman Tirta Gangga terletak di pinggir jalan raya jurusan Amlapura. Obyek wisata Taman Tirta Gangga termasuk wilayah desa Ababi, kecamatan Abang, kabupaten Karangasem. Lokasi obyek ini meliputi satu area taman seluas 1,8 ha terdiri dari tiga dataran yang menjurus dari barat ke timur di tengah-tengah hamparan sawah yang amat sangat luas. Obyek wisata Taman Tirta Gangga berada pada satu jaringan obyek yang berdekatan dengan Puri Karangasem, Taman Ujung Karangasem dan ± 17 km terletak taman wisata bahari Tulamben.

Fasilitas

Di sekitar obyek wisata Taman Tirta Gangga telah tersedia berbagai fasilitas bagi para pengunjung dan wisatawan seperti tempat parkir, penginapan, restoran, dan berbagai warung kecil. Di dalam komplek taman tersedia kolam renang untuk dewasa dan anak-anak.

Back to top

PUTUNG, WISATA ALAM PEGUNUNGAN.

Sekilas

Lingkungan Putung terletak di daerah pegunungan yang dikelilingi oleh pepohonan yang lebat, terutama kebun salak, sehingga hawa di sini sangat sejuk menyegarkan. Salak merupakan hasil perkebunan yang dominan di desa ini. Daya tarik utama dari obyek wisata ini ialah keindahan panoramanya yang sangat mengagumkan yaitu perpaduan antara alam pegunungan dan alam laut.

Apabila kita melepas pandangan, di sekitar sana akan tampak ladang-ladang penduduk yang bertingkat-tingkat hingga ke bawah, bukit dengan hutannya yang lebat dan subur serta lembahnya. Di bawah sana akan tampak petak-petak sawah di wilayah Buitan dan Labuhan Amuk dengan lautnya yang membentang luas membiru serta kapal yang berlabuh di sana dan jukung nelayan yang sedang menangkap ikan. Nusa Penida sangat jelas kelihatan dari obyek Putung.

Lokasi

Putung merupakan obyek wisata yang terletak di desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem. Jaraknya kira-kira 64 km dari kota Denpasar atau 19 km dari kota Amlapura dan mudah dicapai dengan mobil.

Fasilitas

Di obyek wisata Putung kini telah ada penginapan lengkap dengan restaurant yang dibangun oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Karangasem dengan areal parkir yang cukup luas. Para wisatawan yang bermain tenis tersedia lapangan tenis. Sekarang sedang dirintis pembuatan jalan antara Putung dan Manggis. Dan kelak bisa memperpendek jarak antara Candidasa dengan Putung dan tidak lagi memutar melalui kota Amlapura yang jaraknya kira-kira 25 Km.

Back to top

BUKIT JAMBUL BERKELOK-KELOK DENGAN PEMANDANGAN YANG INDAH.

Sekilas

Obyek ini terletak di atas bukit dan seperti pemandangan alam lainnya di Kabupaten Karangasem, daya tarik obyek ini juga terletak pada perpaduan panorama perbukitan, sawah, lembah dan panorama laut. Dari tempat ketinggian ini wisatawan dapat menyaksikan keindahan alam yang mempesona. Di pinggir jalan yang menanjak dan berliku dapat disaksikan petak-petak sawah yang bertingkat dan pohon-pohon cengkeh yang subur berbunga.

Di sebelah Timur tampak bukit menjulang tinggi di wilayah Sidemen dan di sebelah Selatan kelihatan areal persawahan Kabupaten Klungkung dan sekitarnya serta pemandangan laut lepas di Selatan Klungkung.

Lokasi

Bukit Jambul terletak di Desa Pesaban, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem, jaraknya kira-kira 12 km dari Klungkung atau 51 Km dari kota Denpasar dan dilalui jalan jurusan ke Besakih. Lokasi ini mudah dicapai dengan mobil sebab letaknya di pinggir jalan.

Fasilitas

Di Bukit Jambul terdapat restaurant yang cukup besar dan tempat parkir yang cukup memadai. Restourant ini cukup bagus dan besar dan kapasitas tempat duduknya mampu menampung wisatawan sampai 250 orang.

Back to top

TAMAN UJUNG, TEMPAT PERISTIRAHATAN RAJA KARANGASEM.

Sekilas

Taman Ujung mulai dibangun pada tahun 1919 dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921. Taman ini dibangun oleh raja Karangsem yang digunakan sebagai tempat peristirahatan atau untuk menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau Kepala Pemerintahan Negara Asing yang berkunjung ke kerajaan Karangasem. Di taman ini terdapat tiga buah kolam besar dan luas, di tengah kolam paling utara terdapat bangunan utama yang dihubungkan oleh dua buah jembatan. Di sebelah kolam terdapat taman dan pot bunga serta patung-patung. Bentuk bangunan sangat megah dan khas karena perpaduan antara arsitektur Eropah dan Bali.

Di sebelah Barat kolam di tempat yang agak tinggi terdapat sebuah bangunan yang berbentuk bundar disebut "Bale Bengong" tempat untuk menikmati keindahan taman dan sekitarnya. Untuk mencapai puncak perbukitan sebelah Barat Taman dibuat undak-undakan yang tinggi dan lebar. Di sebelah Utara taman di atas bukit terdapat patung Warak yang besar di bawahnya patung banteng dan dari mulut kedua patung ini air memancur keluar menuju kolam. Dari puncak bukit ini kita dapat menyaksikan pemandangan alam yang betul-betul indah dan mengagumkan. Jauh di sebelah Timur Laut terlihat bukit Bisbis yang hutannya subur menghijau, di arah Selatan terlihat laut luas membentang dan di sekitar taman terlihat petak-petak sawah menghijau perpaduan alam pegunungan dan alam laut inilah yang merupakan daya tarik taman ini bagi para wisatawan.

Sayang peninggalan budaya yang megah ini telah hancur akibat gempa bumi yang terjadi pada waktu Gunung Agung meletus, terutama sekali akibat gempa yang terjadi tahun 1979. Meskipun kini tinggal puing-puing saja, tapi kesan megah di masa lalu masih tampak dan keindahan panoramanya tetap mengagumkan.

Lokasi

Taman Ujung terletak dekat pantai kawasan Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Jaraknya 5 Km dari kota Amlapura ke arah Selatan, dan kira-kira 85 Km dari kota Denpasar. Dan obyek ini mudah dicapai dengan kendaraan roda empat.

Back to top

PADANG BAI, PELABUHAN LAUT DENGAN WISATA AIRNYA.

Sekilas

Beberapa waktu lalu, di Bali muncul sebuah wacana tentang pemindahan pelabuhan Padang Bai ke lokasi baru yang secara geografis dianggap lebih strategis dan menguntungkan secara ekonomis. Dan sampai sekarang perdebatan tentang rencana relokasi pelabuhan tersebut masih terus berlanjut.

Yang menarik dari obyek ini adalah tempatnya terlindung di suatu Teluk dengan batu karangnya yang hitam kokoh sehingga kehidupan bawah airnya aman. Di bagian Timur dari Pantai Padang Bai pasirnya berwarna putih bersih dan tebal sehingga banyak wisatawan memanfaatkannya untuk berenang di laut atau berjemur di pantai.

Laut di sebelah Timur bukit Padang Bai sangat baik untuk kegiatan Diving maupun snorkling bagi wisatawan. Di laut tersebut terdapat banyak ikan hias tropis dengan karang-karangnya yang indah. Padang Bai juga merupakan tempat mendaratnya para wisatawan yang berkunjung ke Bali melalui jalur laut yang diangkut oleh kapal-kapal pesiar besar.

Di Padang Bai telah ada beberapa buah penginapan maupun rumah makan bagi para wisatawan yang menikmati liburannya di sana, maupun para wisatawan yang akan pergi ke Lombok atau yang baru datang dari Lombok. Untuk keperluan penyeberangan ke Lombok tersedia kapal ferry yang siap melayani wisatawan atau orang-orang yang pergi ke Lombok, 4 kali penyeberangan dalam sehari.
Bagi para wisatawan yang akan menikmati wisata air, di sana tersedia pula jukung-jukung penduduk setempat. Bagi wisatawan yang mengendarai mobil, di tempat ini telah tersedia areal parkir mobil yang cukup luas. Toko-toko penjual barang souvenir juga banyak terdapat di tempat ini.

Lokasi

Padang Bai sendiri terletak di Desa Padang Bai, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Dari kota Denpasar pelabuhan Padangbai berjarak ± 53 Km atau sekitar 3 Km dari kota Amlapura. Lokasi Padang Bai terletak di pantai jalan jurusan Klungkung-Karangasem belok ke arah kanan.

Back to top

PURI AGUNG KARANG ASEM, KEDIAMAN RAJA.

Sekilas

Puri ini dibangun pada akhir abad ke 19 oleh Anak Agung Gede Jelantik yaitu Raja Karangasem yang pertama. Daya tarik yang utama dari puri ini adalah arsitektur bangunannya perpaduan antara arsitektur Bali, China dan eropah. Arsitektur Bali dapat dilihat pada ukiran Candi, Patung dan Relief wayang pada dinding bangunan, pengaruh Eropah terlihat dari bentuk bangunan induk dan beranda yang luas dengan nama Maskerdam. Arsitektur China terletak pada motif ukiran pada pintu, jendela dan ornamen bangunannya.

Bahkan di halaman Puri terdapat pohon leci yang umurnya sudah tua. Daya tarik khas dari Puri Agung Karangasem selain perpaduan beberapa arsitektur, juga terletak pada candi-candinya yang menjulang tinggi mencapai ketinggian 25 meter terbuat dari batu bata dan dihiasi cetakan motif wayang. Di depan candi terdapat sepasang patung singa dan sepasang patung penjaga pintu dan sepasang pos penjagaan.

Lokasi

Puri Agung Karangasem terletak di pusat kota Amlapura yang jaraknya 788 Km dari kota Denpasar atau 15 Km dari obyek wisata Candidasa.

Fasilitas

Di sekitar obyek wisata terdapat tempat parkir, kios souvenir, kios makanan, jalan setapak dan lain-lain. Transportasi ke obyek sangat lancar karena kendaraan umum jurusan Denpasar-Blahkiuh sudah merupakan jaringan transportasi umum.

Back to top

PANTAI KUSAMBA, PANTAI NELAYAN DI KLUNGKUNG.

Sekilas

Pantai Kusamba merupakan obyek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, terletak sekitar 7 km ke arah timur dari kota Semarapura. Disamping itu, pantai ini merupakan pantai nelayan dan juga tempat pembuatan garam secara tradisional. Kita dapat menyaksikan setiap hari para nelayan yang sedang melaut mencari ikan maupun petani garam yang sedang membuat garam di pinggir pantai.

Sampan nelayan berderet di pinggir pantai di bawah pohon nyiur, begitu pula pondok-pondok pembuatan garam berjejer di sepanjang pantai, menimbulkan pemandangan yang benar-benar menarik bagi mereka yang berkunjung ke pantai tersebut. Bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali, obyek wisata ini sangat ideal untuk dipilih sebagai salah satu tujuan wisata.

Back to top

KAMASAN, DAERAH SENI LUKIS YANG KHAS.

Sekilas

Sebuah komunitas seniman lukisan tradisional. Begitu intim dan begitu lama berkembangnya seni lukis tradisional maka para seniman menyebut hasil-hasil lukisan di sana memiliki gaya (style) tersendiri yaitu lukisan tradisional Kamasan. Sesungguhnya bakat seni tumbuh pula pada karya-karya seni lainnya yaitu berupa seni ukir emas dan perak dan yang terakhir ialah seni ukir peluru. Meskipun dari segi material yang digunakan kain warna logam mengikuti perubahan yang terjadi tetapi ciri khasnya tetap tampak dalam tema lukisan atau ukiran yaitu menggambarkan tokoh-tokoh wayang.

Tokoh-tokoh wayang yang menjadi tema lukisan atau ukiran mengacu pada cerita epos Mahabharata atau Ramayana, begitu juga cerita kekawin Arjuna Wiwaha, Suthasoma. Oleh karena itu, lukisan atau ukiran gaya Kamasan atau Wayang Kamasan dapat dikatakan agak tua umurnya dari konteks sejarahnya yang hingga sekarang masih nampak utuh. Menurut kesan para kolektor Internasional, lukisan gaya Kamasan dianggap masih sangat halus dan canggih, bersih, tidak ribut dengan detil yang tidak penting dan sangat jelas pesan ceritanya. Lukisan atau ukiran tradisional yang berintikan wayang itulah yang membawa daya tarik tersendiri bagi seniman atau wisatawan yang berkunjung ke desa Kamasan.

Lokasi

Kamasan sebagai pusat berkembangnya lukisan dan ukiran tradisional adalah nama sebuah desa di Kecamatan dan Kabupaten Klungkung. Desa Kamasan secara geografis termasuk desa dataran rendah pantai Klotok atau pantai Jumpai ± 3 km. Jarak dari Denpasar ke desa ini ialah 43 km, dapat dicapai dengan kendaraan bermotor, seluruh jalan menuju obyek yaitu pusat-pusat lukisan atau kerajinan ukiran sudah diaspal.

Fasilitas

Kamasan sebagai pusat produk lukisan atau ukiran tradisional banyak mendapat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Waktu kunjungan mereka ialah pada siang hari. Para wisatawan yang berkunjung ke Kamasan menggunakan peralatan sepeda motor, mobil, taxi atau dokar.

Back to top

KERTA GOSA, TEMPAT PENGADILAN TEMPO DULU.

Sekilas

Sebagai bekas kerajaan, wajar jika Klungkung mempunyai banyak peninggalan yang saat ini menjadi objek wisata. Salah satunya adalah Taman Gili Kerta Gosa, peninggalan budaya kraton Semarapura Klungkung. Kerta Gosa adalah suatu bangunan (bale) yang merupakan bagian dari bangunan komplek kraton Semarapura dan telah dibangun sekitar tahun 1686 oleh peletak dasar kekuasaan dan pemegang tahta pertama kerajaan Klungkung yaitu Ida I Dewa Agung Jambe.
Kerta Gosa terdiri dari dua buah bangunan (bale) yaitu Bale akerta Gosa dan Bale Kambang. Disebut Bale Kambang karena bangunan ini dikelilingi kolam yaitu Taman Gili. Keunikan Kerta Gosa dengan Bale Kambang ini adalah pada permukan plafon atau langit-langit bale ini dihiasi dengan lukisan tradisional gaya Kamasan (sebuah desa di Klungkung) atau gaya wayang yang sangat populer di kalangan masyarakat Bali. Pada awalnya, lukisan yang menghiasi langit-langit bangunan itu terbuat dari kain dan parba. Baru sejak tahun 1930 diganti dan dibuat di atas eternit lalu direstorasi sesuai dengan gambar aslinya dan masih utuh hingga sekarang. Sebagai peninggalan budaya Kraton Semarapura, Kerta Gosa dan Bale Kambang difungsikan untuk tempat mengadili perkara dan tempat upacara keagamaan terutama yadnya yaitu potong gigi (mepandes) bagai putra-putri raja.

Lokasi

Kerta Gosa dapat dijangkau dengan mudah karena letaknya dipinggir jalan pada jurusan Denpasar-Semarapura, tepatnya di pusat Kota Klungkung.

Back to top

GOA JEPANG, DIGUNAKAN SAAT MASA PERANG.

Sekilas

Goa Jepang yang terdiri dari 16 lubang, dibuat pada dinding tebing, dipinggir jalan jurusan Denpasar-Semarapura, di atas sungai/Tukad Bubuh. Goa/lubang yang terletak pada ujung Utara dan Selatan merupakan goa yang berdiri sendiri. Sedangkan yang 14 buah lagi, di dalamnya berhubungan satu dengan lainnya, yang dihubungkan oleh sebuah gang/lorong. Yang menarik dari goa Jepang ini adalah bahwa letaknya sangat strategis merupakan goa kenangan dari jaman penjajahan Jepang, dan didepannya dapat disaksikan pemandangan menarik dengan gemerciknya aliran sungai Bubuh.

Lokasi

Goa Jepang dapat dijangkau dengan mudah karena letaknya dipinggir jalan pada jurusan Denpasar-Semarapura, tepatnya di Banjar Koripan, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan.

Fasilitas

Fasilitas berupa parkir dan WC, belum dimiliki oleh obyek wisata tersebut. Parkir dapat dilaksanakan pada areal bekas jalan yang sekarang sebagian sudah ditata dengan pertamanan, diantaranya berupa patung kancil yang menunggangi gajah. Demikian pula belum ada kios-kios minuman dan souvenir.

Back to top

MONUMEN PUPUTAN KLUNGKUNG

Sekilas

Tugu atau bangunan ini menjulang tinggi setinggi 28 meter dari alas/dasar bangunan di tengah-tengah kota Semarapura berbentuk Lingga-Yoni yang dibangun pada areal seluas 123 meter persegi, diberi nama Monumen Puputan Klungkung yang peresmiannya dilakukan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 April 1992. Seluruh bangunan monumen tersebut dibuat dengan batu hitam sehingga selaras dengan makna filsafat Hindu yaitu puputan atau perang habis-habisan yang dilakukan oleh putra-putri terbaik kerajaan klungkung bersama-sama dengan rakyatnya.

Lokasi

Monumen puputan Klungkung terletak ditengah-tengah Kota Semarapura sehingga mudah dicapai dengan baik dari arah Denpasar, Besakih, Candi Dasa, karena berdiri di pinggiran jalur lalu lintas yang ramai. Letak monumen Puputan Klungkung sangat strategis karena berdekatan dengan Kertha Gosa/Taman Gili, Pusat Pertokoan, Pasar Tradisional dan Kantor Pemerintah.

Fasilitas

Fasilitas yang sudah tersedia adalah WC, parkir, kios, souvenir dan berdekatan dengan pusat-pusat perbelanjaan seperti art shop, toko dan pasar tradisional.

Back to top

PENGLIPURAN, DESA ADAT TRADISIONAL YANG UNIK.

Sekilas

Desa adat Penglipuran merupakan satu kawasan pedesaan yang memiliki tatanan spesifik dari struktur desa tradisional, sehingga mampu menampilkan wajah pedesaan yang asri. Penataan fisik dan struktur desa tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakatnya yang sudah berlaku turun temurun.

Keasrian Desa adat Penglipuran dapat dirasakan mulai dari memasuki kawasan pradesa. Pada areal `catus pata` setelah prosesi tersebut, merupakan areal tapal batas memasuki desa adat penglipuran. Balai masyarakat dan fasilitas kemasyarakatan serta ruang terbuka pertamanan, merupakan daerah selamat datang (welcome area).
Areal berikutnya adalah areal tatanan pola desa, yang diawali dengan gradasi ke fisik desa secara linier ke arah kanan dan kiri.

Keunggulan dari desa adat Penglipuran ini terletak pada penampaan struktur fisik desa serupa dan seragam dari ujung utama desa sampai ke bagian hilir desa. Topografi desa tersusun sedemikian rupa dimana pada daerah utama desa kedudukannya lebih tinggi, demikian seterusnya menurun sampai daerah hilir.

Keseragaman dari wajah desa tersebut disamping karena adanya keseragaman bentuk juga dari keseragaman bahan yaitu bahan tanah untuk tembok penyengker dan atap dari bambu untuk bangunan seluruh desa.

Lokasi

Desa adat Penglipuran terletak di Kabupaten Bangli dan berjarak 45 km dari Kota Denpasar. Obyek wisata ini mudah dijangkau karena berada dijalan utama Bangli-Kintamani.

Back to top

TOYABUNGKAH, PERMANDIAN AIR PANAS ALAMI

Sekilas

Toyobungkah merupakan sumber mata air panas alam yang sehari-harinya dimanfaatkan untuk merendam badan karena dianggap dapat menyembuhkan penyakit khususnya penyakit kulit. Airnya ditampung pada suatu kolam kecil yang terletak di sebelah Danau Batur.

Karena letak kolam air panas sangat berdekatan dengan Danau Batur, maka pandangan ke arah danau menjadi bebas sehingga dari kejauhan tampak pemandangan yang indah dimana di sebelah Timur Laut Danau Batur kelihatan Desa trunyan yang dikelilingi daerah perbukitan yang menghijau.

Disamping pemandangannya yang sangat indah di toyobungkah hawanya sejuk, sehingga tidak mengherankan apabila seorang pujangga dan sastrawan terkenal yaitu Sutan Takdir Ali Syahbana memilih Toyobungkah sebagai tempat untuk mendirikan bangunan yang disebut Balai Seni Toyobungkah yaitu tempat yang dipergunakan untuk menggelar berbagai macam kesenian.

Lokasi

Toyobungkah termasuk wilayah Desa Batur terletak di kaki Gunung Batur atau dipinggir Barat Danau Batur yang jaraknya kurang lebih 6 km dari Desa Kedisan, 38 km dari kota Bangli dan 78 km dari kota Denpasar. Dalam perjalanannya menuju Toyobungkah kita akan banyak menikmati panorama yangindah seperti panorama gunung dan danau batur, pohon cempedak atau nangka, dan tumbuh-tumbuhan lainnya serta tumpukan bekas-bekas lahar yang sudah menjadi karang yang kelihatannya sangat indah. Disebelah timur jalan raya menuju Toyobungkah ada sebuah pura yang cukup besar yaitu Pura Jati.

Fasilitas

Di Toyobungkah tersedia dua tempat parkir untuk pengunjung yaitu di sebelah Barat jalan dan dipinggir sebelah barat danau Batur atau di sebelah Utara kolam air panas. Akomodasi dan rumah makan ada di sekitar Obyek, toilet serta kamar untuk berganti pakaian terdapat di dekat air panas. Demikian pula pinggir Danau Batur atau di sekitar Toyobungkah tersedia tempat yang biasa dipergunakan untuk mendirikan perkemahan.

Back to top

GUNUNG BATUR - KINTAMANI, PEMANDANGAN ALAMNYA SANGAT INDAH

Sekilas

Nama obyek wisata kawasan Batur disesuaikan dengan potensi yang ada yaitu Gunung Batur dan Danau Batur. Nama Pura Batur berasal dari nama Gunung Batur yang merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan di emong oleh Warga Desa Batur. Sebelum meletusnya Gunung Batur pada tahun 1917, Pura Batur berada di kaki sebelah Barat Daya Gunung Batur.

Akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh letusan Gunung Batur ini, maka Pura bersama warga desa Batur dipindahkan di tempat sekarang. Sisa-sisa lahar yang membeku berwarna hitam, Gunung Batur tegak menjulang, Danau Batur teduh membiru, merupakan suatu daya tarik bagi setiap pengunjung.

Dari Penelokan dapat memandang birunya Danau Batur dan buih-buih ombak yang menepi menemani sopir boat saat melayani wisatawan dan penumpang umum dalam setiap penyebrangan dari Desa Kedisan ke Desa Trunyan. Para nelayan juga mewarnai kesibukan di Danau Batur mengail ikan mujair yang hasil tangkapannya di jual di pasar Kota Bangli, sehingga di Bangli dikenal dengan sate mujairnya yang merupakan makanan ciri khas Kabupaten Bangli.

Lokasi

Obyek Wisata Kawasan Batur terletak di Desa Batur, Kecamatan Kintamani Kabupaten Daerah Tingkat II Bangli. Obyek Wisata Kawasan Batur berada pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut dengan suhu udaranya berhawa sejuk pada siang ahri dan dingin pada malam hari. Untuk mencapai lokasi ini dari Ibu Kota Bangli jaraknya 23 km. Obyek wisata ini dapat dilalui dengan kendaraan bermotor, karena lokasi ini menghubungkan kota Bangli dan kota Singaraja. Sedangkan rute obyek, menghubungkan Obyek Wisata Kawasan Batur dengan Obyek Wisata Tampaksiring dan Besakih.

Fasilitas

Di obyek wisata Kawasan Batur sudah tersedia tempat parkir, rumah makan, restourant, penginapan, toilet, wartel, serta warung-warung minuman dan makanan kecil. Mengenai fasilitas angkutan umum dan angkutan penyeberangan sudah tersedia.

Back to top

MUSEUM NEKA, MUSIUM LUKISAN DI UBUD

Sekilas

Kelurahan Ubud Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar sangat terkenal dengan para pelukisnya. Sepanjang jalan di sekitar ubud kita dapat lihat papan nama para pelukis disertai dengan keterangan singkat tentang reputasi dan gaya lukisan mereka. Salah satu tempat untuk memamerkan dan melestarika karya lukisan para seniman, baik para pelukis Bali sendiri, para pelukis Indonesia lainnya maupun para pelukis asing yang pernah menetap di Ubud, adalah Museum Neka di Sanggingan Ubud.

Lokasi

Kira-kira 2 km dari Pasar Ubud ke Barat ke arah jalan jurusan Payangan, kita akan dapat melihat di sebelah kanan jalan sebuah museum yang bernama Museum Neka milik Yayasan Dharma Seni. Jarak dari Gianyar 14 kilometer dan dari Denpasar 26 kilometer. Keadaan jalan cukup baik dan dapat dicapai melalui 2 jalur yaitu dari Banjar Tegaltamu terus ke utara melewati Singapadu, Singakerta, Kedewatan belok kanan, sedanmgkan dari Timur yaitu pertigaan Sakah ke Utara melalui Mas, Peliatan dan Ubud.

Back to top

GUNUNG KAWI SEBATU, PAHATAN CANDI DI TEBING

Sekilas

Sebatu telah lama dikenal di kalangan wisatawan, karena menghasilkan seni pahat yang berkualitas baik dan memperlihatkan gaya setempat yang menarik. Desa Sebatu dan demikian juga Desa Pujuang yang terletak tidak jauh di sebelah Barat desa Sebatu, ternyata mempunyai seniman-seniman atau pemahat yang berbakat tinggi, sehingga menghasilkan patung-patung kayu dan barang-barang souvenir lainnya yang berkualitas baik. Seniman di desa Pujung juga memperlihatkan gayanya sendiri. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pengunjung yang datang kemari semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Lokasi

Gunung Kawi Sebatu, seperti tampak dan namanya terletak di Desa Sebatu , Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar, kira-kira 40 Km dari Kota Denpasar atau 21 Km dari Kota Gianyar. Tempat ini dapat dikunjungi dengan mudah melalui desa Peliatan atau melalui Tampaksiring, melalui hamparan sawah yang indah, diantara desa-desa yang mempunyai seni kerajinan yang baik, terutama karya seni pahat. Gunung Kawi Sebatu mempunyai sumber air yang cukup besar, yang disalurkan melalui pancuran dan di dekatnya terdapat sebuah pura. Kecuali untuk keperluan pertanian, air ini juga dapat memenuhi kebutuhan penduduk sehari-hari akan air minum.

Fasilitas

Di sini belum banyak terdapat fasilitas bagi pengunjung , kecuali warung-warung minuman dan makanan. Kunjungan ke Gunung Kawi Sebatu semakin ramai, terutama pada siang hari, sebagai persinggahan sejenak dalam perjalanan ke Desa Pujung. Di sini pengunjung dapat beristirahat sejenak menikmati pemandangan alam yang indah.

Back to top

TAMAN PUPUTAN BANGSA MARGARANA, TAMAN MAKAM PAHLAWAN DI TABANAN

Sekilas

Pada Tanggal 20 November 1946 terjadilah pertempuran habis-habisan antara pasukan pejuang Republik Indonesia melawan kaum penjajah Belanda,di Banjar Kelaci, Desa Marga di bawah pimpinan Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Pertempuran ini terkenal dengan nama Perang Puputan Margarana.

I Gusti Ngurah Rai beserta segenap pasukannya gugur didalam pertempuran tersebut dan seluruh abu jenazah para pahlawan bangsa ini dimakamkan di sini, yang terletak kurang lebih 25 km dari Denpasar atau kurang lebih 10 km dari kota Tabanan.

Di Candi Pahlawan ini kita dapat menyaksikan beberapa tulisan yang merupakan surat dari I Gusti Ngurah Rai bersama seluruh anggota pasukannya yang terkenal dengan sebutan CIUNG WANARA tidak akan mau berkompromi atau menyerah kepada penjajah.

Back to top

MUSEUM SUBAK MENYIMPAN ANEKA PERALATAN PERTANIAN

Sekilas

Subak memang pantas dilestarikan. Disamping sebagai aset budaya, juga merupakan aset wisata yang tak ternilai harganya. Sewajarnya keberadaan Museum Subak Tabanan didukung pelestariannya.
Desa Sanggulan, Tabanan tak begitu jauh dari Denpasar. Jaraknya cuma 20 kilometer sebelah barat Kota Denpasar. Dapat ditempuh dalam 45 menit saja. Disana berdiri Museum Subak yang bercerita tentang kehidupan masyarakat Bali terutama sistem pertaniannya. Museum dengan areal sekitar 6 hektar ini, terdiri dari Museum Induk (tertutup) dan Museum Terbuka (Open Air museum).

Di dalam kompleks terdapat ruang pameran, ruang audio visual, ruang belajar, fasilitas penginapan, perpustakaan, kantor dan miniatur sistem irigasi. Museum ini diresmikan mantan Gubernur Bali, Prof Dr Ida Bagus Mantra tanggal 13 Oktober 1981.

Berdirinya museum ini digagasi oleh I Gusti Ketut Kaler, pakar adat dan agama yang waktu itu menjabat Kanwil Departemen Agama Propinsi Bali. Ia melihat perlu adanya lembaga adat Subak yang berupaya melestarikan warisan luhur budaya bangsa sejak abad XI ini. Upaya itu akhirnya terwujud. Mulanya disebut "Cagar Budaya Museum Subak".

Museum ini merupakan museum khusus tentang sistem pertanian di Bali berciri khas kemandirian atas landasan kekal "Tri Hita Krana", tiga penyebab kebahagiaan (Tuhan, manusia dan alam). Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dikhawatirkan akan berpengaruh pula terhadap kehidupan Subak.

Untuk itu upaya melestarikan Subak beserta peralatan tradisional Bali termasuk di dalamnya bangunan rumah petani tradisional yang mengikuti aturan pembangunan asta bumi dan asta kosala-kosali, tata ruang, tata letak menurut tradisi masyarakat di Bali perlu digalakkan.

Disamping menyelamatkan, menggali, mengamankan dan memelihara berbagai benda yang berkaitan dengan subak dan menyuguhkan berbagai informasi, pendidikan dan dokumentasi tentang Subak, Subak ini ternyata menjadi objek wisata yang menarik.

Museum Subak terdiri dari dua bagian. Ada museum induk dan museum terbuka. Di museum induk ada bangunan atau kompleks suci dengan Padmasana, Bedugul dan lain-lainnya.

Tata ruang dan tata letak bangunan disesuaikan dengan lingkungan sekitarnya dengan tetap berpegang pada pembangunan tradisional : Tri Mandala, Tri Angga dan Asta Kosala Kosali. Sedangkan museum terbuka berwujd "Subak Mini" yang dipakai sebagai peragaan kegiatan subak, dari sistem irigasi hingga proses kegiatan petani di sawah.

Museum subak dibuka setiap hari jam 07.00 - 18.00 Wita kecuali hari raya Nyepi. Adapun barang-barang yang dipamerkan adalah barang Parahyangan, Pawongan dan Palemahan yang berkaitan dengan kegiatan Subak. Pada musim tanam 1979, Subak Rijasa memperoleh juara I Supra Insus tingkat nasional, karena prestasinya dalam meningkatkan produksi pertanian.

Back to top

Pura Ulun Danu Beratan

Pura Ulun Danu Beratan terletak di Desa Candi Kuning dan terdiri atas 4 kompleks pura: Pura Lingga Petak, Pura Panataran Puncak Manggu, Pura Terate Bang, dan Pura Dalem Purwa. Lokasi bangunan pura berada di tepian Danau Beratan. Danau ini sangat mudah dicapai karena lokasinya berada di pinggir jalan utama Denpasar Singaraja, tepatnya di Desa pancasari. Wisatawan dapat menikmati fasilitas yang tersedia di danau ini seperti: rekreasi melihat-lihat danau, naik perahu bermotor keliling danau, parasailing, bersampan, memancing, banana boating, dan ski air.

selengkapnya object wisata Pura Ulun Danu Beratan

Back to top

PANTAI SOKA DI PINGGIR JALAN UTAMA DI TABANAN

Sekilas

Pantai Soka sudah dikenal sejak lama, karena dilewati oleh jalan raya Denpasar-Gilimanuk. Keadaan pemandangannya sangat indah, dibagian barat dibatasi oleh perbukitan bersambung menjadi satu dengan GunungBatukaru di sebelah Utara. Di bagian Timur terlihat Gunung Agung dan Gunung Batukaru dan di sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia dimana samar-samar di kejauhan terlihat Blambangan (Banyuwangi) di pulau Jawa. Sawah-sawah dan kebun kelapa yang subur menambah indahnya pemandangan di sini. Lebih lagi pada sore hari ketika matahari terbenam, di atas Pura Luhur Serinjong tidak ubahnya seperti di Tanah Lot.

Selain keindahan alamnya, Pantai Soka juga memendam seribu satu keajaiban alam dengan dongeng-dongeng purbakala. Di sana terdapat sebuah batu karang dikelilingi pasir dan air laut, berukuran lebih kurang 3 m, disebut "Payuk Kebo Iwa." Payuk berarti periuk, jadi itu adalah Periuk milik Kebo Iwo. Di sebelah Baratnya, disamping Pura Luhur Serijong, terdapat batu karang yang persis seperti dapur penduduk asli, berukuran lebih kurang 1 x 20 m. Disanalah Kebo Iwa memasak dengan mempergunakan periuknya tersebut.

Dilihat dari mata awam, hal ini sangat masuk akal. Periuk yang besar dan Kebo Iwo yang konon menurut legenda adalah seorang pemuda Bali dengan ukuran tubuh yang tinggi besar, tegap dan sakti. Pura Luhur Serijong, dibangun hampir bersamaan dengan Pura Rambut Siwi di Jembrana dan Pura Tanah Lot, yakni pada abad ke XVI Masehi oleh Pedanda Bawu Rauh, serta mempunyai status yang sama.

Lokasi

Pantai Soka terletak di desa Antap, Kecamatan Selemadeg. Jarak tempuh dari Denpasar 45 Km dan dari Gilimanuk 84 Km, dilewati oleh jalan utama Jawa-Bali. Kendaraan yang lewat di sini sangat padat dari pagi sampai malam hari. Di sebelah Timur pantai Soka ini terdapat sebuah goa di tebing batu karang, disebut goa Bulung Daya ditempati banyak burung walet. Di bagian sebelah Barat terbentang kebun kelapa sepanjang pantai, di sini sudah ada sebuah penginapan "Balian Beach Bungalow" dan sungai (Tukad) Balian adalah tempat "Rufting" terbaik di Bali.

Fasilitas

Di pantai tersedia tempat parkir dan beberapa warung tempat makan-minum untuk melepaskan lelah. Pada hari raya dan bulan penuh (Purnama) pantai ini dipadati oleh pengunjung dan oleh umat Hindu yang sedang melaksanakan upacara keagamaan. Bagi yang senang memancing ke laut, dapat bergabung dengan nelayan setempat, memakai perahu tradisional yang memakai mesin tempel atau layar.

Back to top

KAWASAN JATILUWIH DENGAN SAWAH BERTINGKAT YANG INDAH DI TABANAN

Sekilas

Jati Luwih termasuk salah satu obyek wisata dengan panorama yang indah. Variasi panorama sawah berundak-undak dengan latar belakang gunung berhutan lebat, dapat dikategorikan obyek wisata alam yang sama menariknya dengan Kintamani dan danau Batur.
Jati Luwih memiliki hawa sejuk karena terletak pada ketinggian 7000 meter di atas permukaan laut. Selain potensi alamnya, Jati Luwih menyimpan pula potensi budaya terutama peristiwa sejarah pembangunan sebuah pura yang ada kaitannya dengan nama kekuasaan raja Ida Dalem Waturenggong di keraton Gelgel (1460-1551).

Obyek wisata Jatiluwih terletak 48 km dari Denpasar. Lokasinya 28 Km di bagian utara kota Tabanan. Untuk dapat menikmati tour yang menyenangkan, maka tour yang biasa dikombinasikan yaitu Denpasar - Bedugul - Pertigaan Desa Pacung - Jati Luwih - Yeh Panes - Tabanan - Alas Kedaton.

Obyek wisata Jatiluwih ramai dikunjungi para wisatawan nusantara dan mancanegara yang ingin menikmati hawa sejuk dan keindahan serta hamparan sawah yang berundak. Setiap 210 hari sekali yaitu pada hari Rabu Kliwon Ugu adalah hari upacara Petoyan yang menggelar juga tarian Wali Pendet yang bersifat sakral.

Jati Luwih sebagai obyek wisata alam sesungguhnya sudah dikenal sejak kekuasaan Belanda Bali (1910-1942). Akan tetapi jalan yang menghubungkan ke obyek tersebut rusak maka tidak banyak wisatawan yang berkunjung kesana untuk menikmati panorama yang indah, sejuk dan menyegarkan.

Kondisi tidak terpelihara ini berlangsung hingga tahun 1970 dan sesudah itu berkat bantuan dana pemerintah, pembangunan infrastruktur semakin mendapat perhatian. Ternyata jalan-jalan aspal yang telah dibangun itu dapat mengangkat nama Jati Luwih menjadi obyek wisata alam bagi para pengunjung.

Selain menikmati keindahan kesejukan panorama alam pegunungan, Jati Luwih juga meyimpan atraksi upacara keagamaan yang unik setiap 210 hari sekali yaitu pada hari Wali, Petoyan, Patirtan, Rabu kliwon Ugu. Pada upacara puncaknya dipentaskan juga tarian Wali Pendet yang sakral.

Lokasi

Jarak tempuh dari Denpasar adalah 48 km. Lokasinya di bagian Utara Tabanan (28 km). Untuk dapat menikmati tour yang menyenangkan maka tour dikombinasikan yaitu Denpasar Bedugul pertigaan Desa Pacung Jati Luwih, Yeh Panes Tabanan, monumen Subak, Alas Kedaton lanjut ke Tanah Lot untuk menikmati Sun Set dengan panorama pantai yang indah.

Fasilitas

Obyek wisata Jati Luwih telah dilengkapi dengan fasilitas tempat parkir, toilet, Bale bengong, wantilan untuk tempat istirahat, sementara untuk wisatawan yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam Jati Luwih. Di sekitar obyek telah dibangun beberapa restourant dalam rangka penyiapan jasa pelayanan makan dan minum. Sarana jalan sudah semakin ditingkatkan sehingga kendaraan bermotor bisa masuk dari jalur timur yaitu lewat pertigaan Pacung menuju Jati Luwih demikian pula dari jalur barat lewat obyek wisata Yeh Panes Penatahan-Pura Batukaru lanjut ke Jati Luwih.

Back to top

PANTAI SULUBAN PALING BAGUS UNTUK SURFING

Sekilas

Pantai Suluban salah satu obyek wisata di Kabupaten Daerah Tingkat II yang memiliki panorama yang indah, baik untuk berselancar dan rekreasi. Obyek ini telah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, maupun wisatawan nusantara. Keindahan panorama dan menyatunya suasana pemandangan bebukita ujung selatan Bali dan deburan ombaknya, serta jauhnya dari kebisingan membuat suasana obyek ini menjadi tentram, dan pengunjung bentah menikmati suasana alam yang suasananya damai dan menyejukkan perasaan.

Lokasi

Pantai Suluban salah satu pantai yang berlokasi di Desa Pecatu berrada di ujung selatan Kabupaten Badung, yang lokasinya kurang lebih tiga kilometer dengan obyek wisata Uluwatu. Jarak pantai Suluban dari kota Denpasar adalah 32 kilometer ke arah selatan melalui kawasan wisata Kuta, Bandara Ngurah Rai Tuban dan Desa Jimbaran. Jalan menanjak dan berkelok sesuai dengan suasana lingkungan bebukitan merupakan panorama yang mengagumkan.

Fasilitas

Di Pantai Suluban telah ada beberapa buah penginapan yang dimiliki oleh penduduk setempat yang menyediakan makanan, minuman, minuman, barang-barang souvenir dan alat-alat surfing.

Back to top

NUSA DUA, KAWASAN PERHOTELAN YANG ASRI

Lokasi

Jarak kawasan Nusa Dua dari kota Denpasar 30 kilometer melalui jalan kawasan Kuta ke selatan, jarak dari Airport 12 kilometer. Sarana jalab dan transportasi ke kawasan ini cukup lancar.

Fasilitas

Kawasan ini memiliki fasilitas kepariwisataan yang paling lengkap di Bali termasuk di Indonesia seperti : akomodasi, fasilitas sport, shopping center dan aktivitas lainnya. Deskripsi Salah satu kawasan pariwisata di Bali yang terletak di Kabupaten Badung yang merupakan kawasan percontohan yang menjadi kebanggaan Bali dan Indonesia. Kawasan ini mulai dibangun dari tahun 1974. Pemerintah menyerahkan pengelolaan kawasan ini kepada BTDC. Sampai sekarang di kawasan ini telah dibangun 9 hotel berbintang. Kawasan ini juga memiliki pantai yang indah dan baik digunakan untuk berekreasi dan berolahraga.

Back to top

PANTAI KUTA, PALING INDAH DAN TERKENAL

Sejarah

300 tahun yang lalu telah dibangun sebuah konco di pinggir "Tukad Mati" dimana sungai tersebut, dahulu dapat dilayari. Perahu masuk ke pedalaman Kuta, sehingga Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Mads Longe seorang pedagang Denmark abad ke 19, mendirikan markas dagangnya di pinggir sungai tersebut.Selama tinggal di Bali dia sering menjadi perantara antara Raja-Raja Bali dan Belanda. Mads Longe meninggal secara misterius. Kuburan Mads Longe terletak di sebelah konco di pinggir sungai tersebut. Dahulu Kuta adalah sebuah desa nelayan yang sunyi, sekarang telah berubah menjadi kota kecil lengkap dengan kantor pos, kantor polisi, pasar, apotik, photo centre dan lain-lain. Sepanjang pantai pasir putih yang berbentuk bulan sabit tersebut terhampat banyak hotel mewah.

Lokasi

11 kilometer sebelah selatan Denpasar dan dapat dicapai dengan mudah menggunakan transportasi umum dari terminal bus Tegal dengan perjalanan kira-kira 15 menit.

Fasilitas

Sekitarnya Kuta adalah wilayah yang semarak di Bali, dan merupakan sorga dari wisatawan mancanegara. Kuta memenuhi hampir semua kebutuhan wisatawan seperti pantai pasir putih, tempat yang sangat sempurna untuk berselancar,ber-restourant, kafetaria, disco dan lain-lain yang membuat kehidupan malam sangat mengesankan. Di sepanjang jalan banyak terdapat kios-kios yang menjual beraneka barang keperluan wisatawan seperti : pakaian, pita kaset, tiket pesawat udara dan lain-lain dengan harga murah.

Back to top

PURA TAMAN AYUN DI MENGWI, BADUNG

Taman Ayun terletak di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Dari kota Denpasar jaraknya lebih kurang 18 km menuju arah barat laut mengikuti jalan jurusan Denpasar-Singaraja melalui Bedugul. Agar sampai di lokasi lingkungan Pura dengan menggunakan kendaraan bermotor memerlukan waktu perjalanan sekitar 25 menit. Kendaraan umum juga ramai lalu lalang dari pagi hingga sore hari, sehingga masalah transportasi tidak ada kesulitan. Di sebelah kiri dan kanan lingkungan Pura terdapat komplek perkampungan penduduk dengan rumah-rumah tradisonalnya, sementara di seberang jalan terdapat jeram-jeram dengan parit yang berliku-liku.

selengkapnya object wisata Pura Taman Ayun

Back to top

PURA ULUWATU DI ATAS TEBING PANTAI

Sejarah

Bongkahan batu karang di lokasi pura tersebut menurut legenda merupakan metamorphose dari Dewi Danu dan Dewi Air. Lingkungan Pura Luhur Uluwatu diperkirakan didirikan sekitar abad ke 11, sejaman dengan Empu Kuturan mendirikan Pelinggih lingkungan Pura Besakih. Tempat ini dipilih oleh Pendeta Danghyang Nirarta untuk mencapai moksa (menyatu dengan Sang Hyang Pencipta). Semak-semak di sekitar lingkungan Pura dijaga oleh kera-kera jinak yang dilindungi oleh masyarakat.

Lokasi

Uluwatu terletak di daerah perbukitan batu karang di sebelah selatan Pulau Bali. Termasuk wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Kabuaten Badung. Untuk mencapai Uluwatu dari kota Denpasar berjarak kurang lebih 30 km ke arah Selatan melalui kawasan pariwisata Kuta, Bandara Ngurah Rai Tuban dan Desa Jimbaran. Tempat ini sangat baik untuk berolahraga papan selancar sepanjang tahun. Lingkungan di sekitar ULuwatu sangat kering sehingga air sangat sulit didapatkan.

Fasilitas

Di dekat lingkungan Pura Luhur Uluwatu tersedia tempat parkir yang cukup luas. Kios-kios souvenir serta warung-warung minuman dan makanan kecil juga tersedia di sekitar tempat itu. Toilet untuk umum terdapat di pojok tenggara tempat parkir.

Back to top

MUSEUM BALI, DI TENGAH KOTA DENPASAR

Sekilas

Museum Bali yang di bangun pada tahun 1910 menggunakan arsitektur tradisional dengan ornamen yang khas Bali. Struktur fisiknya mengikuti struktur fisik bangunan kraton (puri) atau tempat pemujaan (kahyangan, pura merajan) berdasarkan konsep trimanandala yaitu nista mandala jaba pisan ( bagian luar ) madya mandala : Jaba tengah ( bagian luar sebelum memasuki bagian inti), dan utama mandala jeroan (bagian inti).

Di pojok depan sebelah kanan di bagian tengah terdapat sebuah bangunan yang disebut bale bengong.Dipojok depan sebelah kiri terdapat sebuah bangunan yang disebut bale kulkul. Di bagian inti (jeroan) terdapat bangunan yang terdiri dari tiga gedung yaitu gedung Tabanan di utara, gedung karangasem di tengah - tenagah, gedung Buleleng di sebelah selatan. Gedung Tabanan digunakan sebagai tampat pameran koleksi barang-barang kesenian dan etnografi, Gedung karangasem digunakan sebagai pameran benda- benda prasejarah, arkeologi sejarah, etnografi dan seni rupa serta beberapa lukisan morder.

Gedung Buleleng digunakan sebagai tempat pameran koleksi alat-alat perlengkapan rumah tangga, alat-alat kerajinan, alat-alat pertanian dan nelayan, alat-alat hiburan, patung-patung gaya sedehana dan primitif yang terbuat dari tanah liat, batu dan lain sebagainya.

Lokasi

Museum Bali terletak dipusat kota Denapasar, di sebelah timur lapangan puputan Badung. Bentuk bangunannya memanjang dari utara ke selatan yang terbagi menjadi dua bgian. Bagian utara merupakan komplek bangunan lama yang direncanakan dan dibangun pada tahun 1910. Terdiri dari tiga gedung utama yaitu gedung Tabanan, gedung Karangasem dan Gedung Buleleng. Fungsinya adalah penyelenggararan pameran tetap. Bagian selatan merupakan komplek banguna baru yang dibangun tahun 1969. Di komplek bangunan baru ini terdapat gedung perpustakaan, dan juga gedung pameran sementara. Seluruh komplek bangunan baru berfungsi untuk administrasi dan penyelenggaraan pameran sementara atau pameran berkala yang diselenggarakan oleh Museum Bali sendiri atau instansi tertentu lainnya. Pementasan atau pertunjukan kesenian juga dilakukan di komplek bangunan baru di bagian selatan.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia berupa gedung-gedung penyimpanan peninggalan sejarah dan etnografi sejak sejak masa prasejarah sampai masa modern tiga buah gedung yang dinamai gedung Tabanan, Karangasem dan Buleleng di bagian utara adalah tempat penyimpanan barang-barang kesenian barang etnografis, naskah-naskah kuno (prasasti), keramik, patung-patung porselin, alat-alat rumah tangga, alat-alat pertanian, senjata, alat-alat upacara, lukisan, wayang kulit dan lain sebagainya. Ketiga gedung penyimpanan barang-barang peninggalan masa lampau itu di fungsikan untuk tempat pameran tetap. Gedung-gedung baru di bagian selatan yang dibangun pada tahun 1969 merupakan pengembangan fasilitas guna memperlancar pelayanan bagi pengunjung. Tersedia fasilitas: perpustakaan, laboratorium, gedung untuk pameran sementara dan beberapa koleksi barang-barang peninggalan sejaman, kantor para karyawan. Di bagian depan sepanjang jalan Letkol Wisnu tersedia fasilitas parkir kendaraan bermotor bagi pengunjung. Tersedia pula sebuah kantin yang menjual minuman dan makanan untuk para pengunjung.

Back to top

SANGEH, HUTAN KERA DI BADUNG UTARA

Sejarah

Pada abad ke 17 dijaman keemasan kerajaan Mengwi, I Gusti Agung Ketut Karangasem putra dari I Gusti Agung Made Agung (Raja Mengwi), mendirikan pura di tengah pohon pala yang selanjutnya diberi nama Pura Bukit Sari. Hutan pohon pala yang merupakan areal suci Pura yang dikeramatkan oleh masyarakat Desa Adat Sangeh dan sekitarnya, sehingga berfungsi sakral disamping berkembang menjadi obyek kunjungan wisatawan mancanegara. Di tengah hutan lebat yang hijau terdapat lebih kurang 500 ekor kera jinak yang sering mempesona wisatawan manca negara.

Lokasi

Sangeh terletak 20 km di sebelah utara Denpasar, di seberang jalan menuju Pelaga, kira-kira 30 menit dari Denpasar dengan transportasi umum.

Fasilitas

Di sekitar obyek wisata terdapat tempat parkir, kios souvenir, kios makanan, jalan setapak dan lain-lain. Transportasi ke obyek sangat lancar karena kendaraan umum jurusan Denpasar-Blahkiuh sudah merupakan jaringan transportasi umum.

Back to top

PURA TANAH LOT

Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Sad Kahyangan, yaitu pura-pura yang merupakan sendi-sendi pulau Bali. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

selengkapnya object wisata pura tanah lot

Back to top

bottom tentangbali.com